Tampilkan postingan dengan label Akidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akidah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Februari 2026

Dulu, ketika saya menempuh pendidikan pascasarjana, ada seorang guru alumni pendidikan dari Jepang yang selalu mengingatkan satu pesan sederhana namun sangat mendalam: “Utamakan adab daripada ilmu.” Setiap kali beliau mengajar, kalimat itu selalu diulang. Saat itu mungkin terdengar sederhana, tetapi semakin bertambah usia dan pengalaman, saya semakin memahami betapa besar maknanya.


Jika kita melihat sistem pendidikan di Jepang, sejak pendidikan usia dini hingga sekolah dasar, penekanan utama bukan hanya pada kecerdasan akademik, melainkan pada pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan rasa hormat. Pendidikan karakter menjadi fondasi sebelum ilmu pengetahuan diberikan secara mendalam. Tidak heran jika Jepang sering menjadi rujukan dunia dalam hal pendidikan karakter.

Sesungguhnya, nilai-nilai tersebut bukan hal baru bagi kita. Dalam ajaran Islam, adab telah diajarkan jauh sebelum konsep pendidikan karakter modern berkembang. Para ulama terdahulu bahkan menempatkan adab di atas ilmu. Ilmu tanpa adab dapat kehilangan arah, bahkan berpotensi disalahgunakan.

Belakangan ini, dunia akademik kita diuji oleh berbagai peristiwa yang memprihatinkan. Beberapa waktu lalu, terjadi tindakan kekerasan di sebuah kampus ternama di Riau, tepat menjelang prosesi ujian akademik. Saya menyebutnya sebagai tindakan keji bukan untuk menghakimi atau mengabaikan asas praduga tak bersalah, melainkan karena tindakan kekerasan—dalam bentuk apa pun—tidak memiliki tempat di lingkungan akademik. Kampus adalah ruang menuntut ilmu, tempat bertumbuh, berdiskusi, dan mengembangkan potensi diri. Kekerasan dan teror jelas bertentangan dengan nilai luhur pendidikan.

Coba bayangkan jika korban adalah saudara kita, keluarga kita, atau bahkan diri kita sendiri. Tentu kita akan merasakan betapa tidak dapat diterimanya peristiwa tersebut. Karena itu, refleksi ini penting: ada yang perlu kita perkuat kembali dalam dunia pendidikan kita, yaitu adab dan karakter.

Masa remaja dan masa kuliah adalah fase emas kehidupan. Pada masa inilah kita memiliki waktu, energi, dan kesempatan yang luas untuk:

  • Mengembangkan potensi diri
  • Aktif berorganisasi untuk membangun relasi dan jejaring
  • Mencoba hal-hal baru tanpa takut gagal
  • Belajar dari kesalahan dan terus bertumbuh

Setiap kesempatan yang kita ambil sejatinya adalah investasi untuk masa depan. Ketika persiapan bertemu dengan kesempatan, di situlah lahir golden moment—momen emas menuju kesuksesan.

Namun ingatlah, kesuksesan sejati bukan hanya tentang gelar, jabatan, atau kekayaan. Kesuksesan adalah ketika ilmu yang kita miliki membawa manfaat, bukan mudarat. Ketika keberhasilan kita tidak melukai orang lain. Ketika posisi yang kita capai tetap dibingkai oleh integritas dan empati.

Kini, ketika saya diamanahkan menjadi seorang dosen, pesan itulah yang selalu saya sampaikan kepada mahasiswa:

"Dalam hidup, adab lebih utama daripada ilmu.

Karakter lebih penting daripada jabatan dan kekayaan."


Ilmu bisa membuat seseorang pintar.

Adab membuat seseorang pantas dihormati.

Ilmu membuka pintu kesempatan.

Karakter menjaga kita tetap layak berada di dalamnya.

Untuk Generasi Z—generasi yang hidup di era digital, serba cepat, dan penuh distraksi—tantangan terbesar bukan hanya menjadi cerdas, tetapi menjadi bijak. Bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan moral.

Mari kita bangun budaya akademik yang sehat: saling menghormati, berdialog dengan santun, berbeda pendapat tanpa bermusuhan, dan berkompetisi tanpa menjatuhkan.

Karena pada akhirnya, dunia tidak hanya membutuhkan orang-orang pintar.

Dunia membutuhkan orang-orang berkarakter.

Kamis, 29 Juli 2021

Masih dalam suasana menjalani hidup dengan lingkungan yang pandemi, baik di lingkungan sekitar kita, lingkungan kantor kita, maupun dalam lingkungan negara kita. Dalam suasana ini, banyak sekali dilema yang harus dijalani, baik maupun buruk sama sekali.


Barangkali kita bisa melihat kondisi di lingkungan sekitar kita, begitu banyak cobaan bahkan tidak kurang mereka harus mengorbankan nyawa demi mempertahankan kehidupan. Namun, dalam kondisi seperti ini kita harus sadar.

Sadar akan Bersyukur

Kenapa kita harus sadar akan bersyukur, dimana disaat orang lain telah banyak yang menyerah dengan keadaan kita masih bisa bertahan. Masih bisa bertahan untuk makan, masih bisa bertahan untuk mencari mencukupi kebutuhan kehidupan. Masih bisa menjalankan ibadah meski harus dirumah. Masih bisa sekolah mesti dilakukan dengan virtual, masih bisa bekerja walaupun sebagian dari rumah (work from home). Tidak ada alasan untuk tidak bersyukur.

Sadar lagi berjuang

Selain harus bersyukur, disisi lain selain menjadi agen atas syukur karena nikmat yang tuhan berikan. Kita harus berjuang, setelah sekian lama kita menikmati keindahan, kebahagiaan, dan kenyamanan kehidupan yang Allah SWT berikan kepada kita baru beberapa waktu diberikan ujian dengan pandemi, lantas kita harus menyerah? Sekali lagi kita harus sadar bahwa kita lagi berjuang. Berjuang mempertahankan kehidupan, berjuang untuk mendapatkan keinginan yang dicita-citakan. Bahkan berjuang untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT agar kita selalu mengagungkan kebesaran Allah.

Sadar akan ujian

Dengan asyik nya berjuang, tentu banyak rintangan, halangan, dan tantangan yang harus dijalani. Rintangan harus mengikuti protokol kesehatan, halangan yang harus dilalui meski harus melawan arus, dan tantangan bahwa kita harus sadar bahwa kita hidup di kehidupan baru. Melainkan kita harus sadar, bahwa ini adalah ujian. Lalu harus kah kita menyerah? Bukankah disetiap mendaki itu didepannya ada lembah? Bukankah disetiap akan melihat lembah, kita akan melihat dari ketinggian bahwasanya kita berada di puncak? Dari puncaklah kita melihat bahwa perjalanan di perjuangkan itu akan terasa manis, bahwa kita pernah berjuang.

Minggu, 20 Juni 2021

Jika kita melihat perkembangan politik beberapa minggu belakangan banyak perihal yang perlu di ulas, bukan hanya sekedar untuk melihat, tapi ini persoalan yang secara naluriah sulit kita menerima nya.


Ada beberapa hal yang perlu di ulas, 

Soal keberangkatan haji 

Sudah bisa dipastikan bahwa keberangkatan haji untuk musim haji 2021 telah dibatalkan, ini berarti sudah 2 tahun Indonesia berturut-turut tidak akan melaksanakan rukun kelima Islam tersebut. Berbagai pandangan dan perspektif mengenai pro kontra tersebut, tapi saya berpandangan bahwa yang memegang otoritas seperti lempar batu sembunyi tangan, kenapa? Karena tidak ada usaha yang maksimal untuk mendapatkan izin haji, ini dibuktikan dengan surat klarifikasi dari pemerintah Saudi melalui duta besar nya.

Kedua, gelar profesor

Dalam hal ini juga banyak kalangan yang pro kontra, kenapa? Karena banyak keanehan yang terjadi. Sebelum kita membahas nya, saya Ingin sampaikan begini. Kita harus bedakan mana jabatan akademik mana gelar akademik. Kalau gelar akademik harus ditempuh dengan jalur akademik, misalnya SD, SMP, SMA/SMK, S1, S2, dan S3 yakni doktor, doktor adalah gelar akademik yang tertinggi yang diraih secara akademik. Sedangkan profesor adalah jabatan akademik yang diberikan oleh kampus kepada seseorang yang memiliki pengetahuan yang luas dan luar biasa. Yang secara keilmuan diakui dan bisa dipertanggungjawabkan. Secara aturan yang berlaku di Indonesia, syarat nya minimal sarjana. Belum lagi kita telusuri paper yang diterbitkan oleh sicalon penerima gelar tersebut apakah terindeks Scopus atau tidak, berdasarkan penulusuran saya terindeks Sinta pun tidak. Jangan sampai karena ada siasat, menggunakan tangan orang lain untuk mendapatkan keinginan pribadi.

Wallahualam Bissawab

Kamis, 10 Juni 2021

Akhir akhir ini sering kali kita melihat baik publik figur, pemimpin, politisi maupun tokoh-tokoh yang berbeda pandangan tentang sesuatu hal. Baik berbeda dalam ide, gagasan maupun dalam praktek.


Baik itu demensi agama, sosial, ekonomi maupun politik. Semakin banyak orang, maka semakin banyak pandangan tentang sesuatu hal tersebut. Yang jadi pertanyaan apakah dengan berbeda pandangan kita musti Berpecah Belah, harus nya tidak, justru dengan berbeda pandangan la kita semakin kaya, dan semakin banyak ide serta gagasan yang bisa didiskusikan. Ada beberapa alasan logis mengapa berbeda pendapat dengan orang lain adalah hal yang tidak perlu dibawa sampai ke hati.

1. Setiap orang pasti memiliki pola pikir yang berbeda-beda

Tidak dapat dimungkiri bahwa setiap orang pasti memiliki pola pikir yang berbeda dalam menganalisis sebuah peristiwa. Hal tersebut yang dapat membuat perbedaan pendapat itu lumrah terjadi dan tidak bisa diganggu gugat.

2. tidak bisa memaksa orang lain untuk setuju dengan pendapat kita

Sebelumnya telah disebutkan bahwa setiap orang itu memiliki pendapat yang berbeda-beda. Hal tersebut juga mencerminkan bahwa kita tidak bisa semena-mena mengajak orang lain untuk memaksanya agar sependapat dengan kita karena itu sangat keliru.

3. Dengan berbeda pendapat bisa belajar tentang pentingnya menghargai.

Jangan jadikan perbedaan pendapat dengan orang lain sebagai alat untuk menghancurkan tali silaturahmi. Cobalah untuk berpikir lebih bijaksana dan jadikan perbedaan tersebut menjadi sarana agar dapat saling menghargai satu sama lain. Perbedaan pendapat dapat menyebabkan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. 

4. Setiap orang pasti memiliki seseorang ataupun tokoh yang dijadikan panutan.

Perbedaan pendapat dalam kehidupan sehari-hari dapat timbul karena setiap orang pasti memiliki tokoh atau panutannya sendiri. Kamu pasti juga memiliki hal tersebut 'kan? Tokoh panutan biasanya sangat memengaruhi pola pikir seseorang. Terkadang seseorang cenderung menjalani hidup menggunakan motivasi yang berasal dari mulut panutannya. Banyak juga orang yang membenarkan suatu hal berdasarkan pola pikir panutannya. Hal tersebutlah yang membuat perbedaan pendapat lumrah terjadi

Minggu, 16 Mei 2021

Hidup manusia tidak akan pernah lepas dari masalah dan ujian. Karena dari sanalah kualitas seorang manusia bisa terlihat. Perbedaannya, ia bisa mengatasi masalah dengan baik atau justru semakin terbenam bersama masalah tersebut.


Besar kecilnya masalah tak lepas dari kondisi pikiran. Terkadang tanpa disadari sebuah masalah kecil bisa menjadi besar karena pikiran kita mengkondisikan seperti itu.

Karena itu, ketika masalah sedang menghampiri pastikan pikiran kita tidak terbawa arus yang ada dalam masalah tersebut.

Ingat juga, tak ada masalah yang tanpa solusi. Kita hanya butuh pikiran yang jernih untuk mengetahui cara menghadapi masalah yang datang bertubi-tubi dan membelit hidup Anda.

1. Meminta Maaf dan berjanji tidak mengulangi.

Salah satu cara yang paling ampuh untuk mengatasi masalah dalam hidup yakni dengan meminta Maaf dan berjanji untuk tidak melakukan kembali. Dengan meminta maaf, tanda bukti bahwa kita berkomitmen untuk selalu berusaha untuk lebih baik lagi kedepannya.

2. Temukan Akar Permasalahan

Kita juga tidak bisa menemukan cara paling tepat dalam mengatasi masalah hidup jika belum menemukan akar permasalahannya. Coba telisik lebih dalam dan sedikit menoleh ke belakang, bagaimana awal mula masalah tersebut bisa muncul. Bisa jadi masalah muncul dari hal-hal yang tak pernah Anda pikirkan sebelumnya. Hal-hal yang selama ini Anda pikir baik-baik saja, ternyata justru menjadi pemicu masalah.

3. Lihat dari Sudut Pandang yang Lain

Boleh jadi ketika masalah menghampiri, kita hanya terpaku dengan pandangan dan cara berpikir kita sendiri. Ada baiknya, kita coba keluar dari sudut pandang lain.

Cara ini akan membuka pikiran kita bahwa masalah tersebut tidaklah seberat yang kita pikir.

Misalnya, saat bertengkar dengan pasangan, pasti ada banyak ego yang muncul. Saat itu, masing-masing pihak bersikukuh dengan sudut pandang mereka. Itulah yang membuat pertengkaran kerap sulit mencapai perdamaian.

Karena itu, ketika hati dan pikiran sudah lebih tenang, cobalah melihat dari sudut pandang orang lain. Kita pasti akan menemukan sesuatu yang berbeda.

Sesuatu inilah yang harus dipahami sehingga bisa sama-sama menemukan solusi yang paling pas.

4. Berpikir Positif

Kita tidak akan bisa menemukan cara mengatasi masalah ketika pikiran masih dipenuhi hal-hal negatif. Saat prasangka buruk memenuhi pikiran dan hati, maka kita hanya akan menemukan jalan yang gelap. Bukan jalan terang yang bisa membimbing mendapatkan solusi dari masalah yang dihadapi.

Tak ada masalah dengan masalah, yang menjadi masalah adalah cara kita yang salah dalam menyikapi sebuah masalah.

Sabtu, 15 Mei 2021

Mumpung masih suasana lebaran, biasanya sesama muslim saling bersilaturahmi dalam rangka merayakan hari raya dan hari kemenangan bagi yang selama satu bulan telah melaksanakan puasa Ramadhan. Dengan merayakan hari yang Fitri ini, esensial nya kita kembali ke titah sejati, ke lahiriah nya manusia itu sendiri.


Lalu apa yang membedakan antara ramadhan tahun lalu, ramadhan sekarang, dan ramadhan yang akan datang. Sebetulnya banyak yang harus kita kembalikan ke prinsip dasarnya, diantaranya etika dan moral.

Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Sedangkan moral merupakan pengetahuan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab. Moral juga berarti ajaran yang baik dan buruk perbuatan dan kelakuan (akhlak). Sekarang kita bahas satu-satu. 

Etika, sering kita melihat dari seseorang tentang bagaimana menerapkan benar atau salah dalam kehidupan nya. Biasanya ini masih terlihat, mudah kita membedakan mana yang benar, mana yang salah. Mana yang baik mana buruk, dan tanggung jawab semua tentang itu, berarti kita sudah punya etika. Makanya untuk menguji etika masih bisa dengan ujian tertulis, nama nya uji etik. Disisi lain, ada yang lebih penting dari etika, yakni moral. 

Moral pada dasarnya adalah perilaku, perilaku tidak bisa dinilai dengan kasat mata, tapi perilaku itu bisa dirasakan. Moral juga tentang hal dasar atas pengetahuan, bisa dilihat dengan semakin baiknya pengetahuan, maka semakin baik moralitas nya. Contoh, ketika kita bertamu, si penerima tamu melayani tamunya dengan sebaik-baiknya. Mulai dari salam, mempersilakan duduk, makan dan sebagainya. Dan yang luar biasa nya lagi tamunya ditemani makannya, bahkan ada yang nasinya di ambilkan, ini sangat luar biasa sekali moralitas nya. 

Nah, disisi lain juga ada tipikal orang yang cuek, tak peduli. Apakah tipikal bisa disebut tidak bermoral, belum tentu. Bisa jadi secara sifat yang seperti ini cuek, tapi tau menghargai orang lain. Sikap saling menghargai juga memiliki moralitas yang tinggi. 

Yang lebih naifnya, sudahlah cuek, tidak peduli tak bisa menghargai. Contoh perilaku yang seperti ini misalnya. Ketika seseorang berbicara di podium, pendengar bercerita dengan teman sesama pendengar. Yang lebih celaka nya lagi, di pendengar ambil hp, nonton, apalagi sambil ketawa-ketawa, wah itu bukan tidak punya moral lagi, tapi sudah di atasnya. Sudahlah tidak beretika, tidak bermoral lagi.

Mumpung momen idul Fitri, kembali la ke jalan yang sudah Allah SWT tentukan. sikap saling menghargai itu penting, dan yang lebih penting nya lagi memiliki etika dan moralitas yang tinggi, karena banyak orang yang pintar tapi tak bermoral, tak ada gunanya. Banyak yang bermoral, tapi tak pintar, itu cukup baik. Tapi yang dibutuhkan selain pintar juga bermoral, itu orang yang tidak hanya baik, tapi bernilai.

Sabtu, 08 Mei 2021

Seperti biasa setiap ucapannya hampir bisa dipastikan banyak yang membela. Termasuk isu yang disoroti baru-baru ini, tentang bipang. Sebagaimana lazimnya rezim ini selalu mencuci tangan, bukan hanya itu sekalian ngelap agar tangan nya terlihat bersih tanpa noda. 


Awal dari pidato nya, jelas terlihat tanpa ada unsur paksaan dan dilakukan secara sadar. Lalu beliau memperkenalkan makanan khas Nusantara, macam macam. Yang menggelitik itu bukan makanan nya, tapi momen yang digunakan itu tidak pantas dan layak di ucapkan oleh seorang pimpinan tertinggi di sebuah organisasi. Lalu salahnya dimana?

Tidak paham konteks

Terlihat jelas, konteks dalam pidato atau percakapan itu dilakukan dengan tujuan mengkampanyekan kepada masyarakat untuk tidak mudik, agar tidak terjadi keramaian atau kontak langsung supaya tidak terjadi penyebaran covid-19. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian makanan yang bisa dicicipi disaat lebaran tiba. Lebaran idul Fitri itu dirayakan oleh umat muslim, kenapa bipang yang dikenalkan. Apa hubungan konteks antara hari raya idul Fitri dengan bipang?

Tidak memahami ucapan

Selain tidak memahami konteks, dalam pidato tersebut juga terlihat jelas bahwa apa yang beliau ucapkan beliau tidak paham dengan ucapan nya. Saya yakin dan percaya kalau beliau paham dan mengerti tidak mungkin kata-kata itu keluar, lalu salahnya dimana, salah nya karena tidak paham apa yang diucapkan. Akibat kurangnya pengetahuan dan wawasan, juga tidak selektif menggunakan kata kata.

Dapur anda bermasalah

Selain tidak paham konteks, tidak memahami ucapan juga dapurnya bermasalah. Tidak mungkin bahan atau materi pidato seorang pemimpin tanpa dilakukan riset dan kajian sebelum disampaikan ke publik. Dimana etika seorang pembuat naskah nya, apa mereka tidak bekerja, atau apa mereka juga tidak paham. Mustinya dipertanyakan nilai-nilai intelektual yang ada di dapur itu.

Sudahlah salah, ngotot

Selain sudah mencederai nilai-nilai intelektual, mereka juga tidak mengakui kesalahannya. Bahkan sibuk mengklarifikasi itu bukan kesalahan, itu maksudnya ini, tujuan begini. Sudahlah salah, ngotot pula seperti kebodohan yang terstruktur. 

Atau jangan-jangan mereka yang membuat, yang menyampaikan pidato itu, dan yang membela nya wajib kita pertanyakan mereka lulus Tes Wawasan Kebangsaan tidak?

Jumat, 16 Oktober 2020

Jika nanti bank telah dikonversi ke syariah, apakah masih mekai bunga atau tidak.? Jawabannya tidak. Nah, secara umum perbedaan bank Syariah dan Konvensional itu banyak sekali, sederhananya begini :


Bank Syariah : Karena bunga tidak dibenarkan dalam agama Islam, maka nasabah yang menyimpan uangnya pada bank syariah tidak mendapatkan bunga, melainkan bagi hasil. Sehingga tidak ada besaran pasti, berapa persen yang akan diterima oleh nasabah. Jika pihak bank mendapat keuntungan lebih pada bulan ini, maka nasabah pun akan menerima jumlah yang lebih besar pada bulan yang sama.

Bank Konvensional : Pengelolaan dana pada bank konvensional yang menggunakan sistem bunga, presentasenya tetap. Artinya, walaupun bank mendapat keuntungan berlipat, presentase bunga tidak berubah Faktor ini juga yang menjadikan estimasi keuntungan tabungan atau deposito pada bank konvensional mudah dihitung.

Nah, teman-teman 

Hal-hal yang dinilai dilarang di bank konvensional seperti riba, spekulasi, dan gharar ditiadakan dan digantikan dengan akad baru. Di sisi lain, investasi di bank syariah dikoreksi dan diseleksi hanya pada sektor-sektor yang dihalalkan.

Dari perspektif syariah Islam, strategi ini didasarkan pada kaidah fiqh bahwa segala bentuk muamalah pada dasarnya adalah dibolehkan kecuali yang jelas dilarang oleh syariah. Namun demikian, strategi ini membawa implikasi pada beberapa hal. Perbedaan baru dapat dilihat pada desain kontrak yang digunakan. 


Rabu, 22 Mei 2019


Pada tulisan kali ini, sambil melihat perkembangan politik tanah air saya jadi teringat sebuah kisah yang terjadi pada zaman dahulu kala. Yakni tentang Dewan Pertimbangan Fir'aun dan Mentri Segala Urusan Fir'aun. Begini kisahnya yang saya kutip dari Republika.co.id.

Istana Fir'aun terguncang hebat. Sang raja dikalahkan begitu saja oleh pemuda belia bernama Musa. Tipu dayanya memanggil para ahli sihir dari penjuru negeri Mesir berakhir kekalahan.
Alih-alih mengalahkan Musa, para penyihir malah tertunduk sujud menyembah Tuhan Musa dan enggan lagi menuhankan Fir'aun.
Fir'aun geram bukan kepalang. Ia mengamuk di atas singgasananya. Para menteri dan orang-orang disampingnya menjadi luapan kemarahannya. Semuanya dicaci kemudian diusir dari istananya.
Fir'aun menyendiri sembari menenggak anggur. Namun kemarahannya tak kunjung reda. Ia pun memanggil kembali semua menteri dan pejabat kerajaan untuk menghadapnya segera.
Takut-takut, para pejabat memasuki istana. Melihat rajanya yang masih emosional, makin takut hati mereka. Sebentar lagi, raja negeri Mesir ini pasti meledak. Wajah sang raja tertekuk geram.
Ia seakan baru saja ditampar keras oleh Musa. Sang Nabiyullah membuktikan ketuhanan Fir'aun palsu belaka. Ia sekedar manusia lemah yang berdusta mengaku Tuhan.
Ketika semua pembesar telah berkumpul, Fir'aun tiba-tiba bertanya pada perdana menterinya, "Hai Haman, Apakah aku ini seorang pendusta?" teriak Fir'aun.
Hamman, pengikut setia Fir'aun pun langsung bertekuk lutut kemudian meyahut, "Siapa yang berani menuduh baginda Fir'aun sebagai pembohong?!" ujarnya membela.
Fir'aun pun berkata, "Bukankah Musa mengatakan bahwa ada Tuhan di Surga?" ujar penguasa negeri piramida, geram."Musa telah berdusta!" ujar Hamman segera. Ia tak ingn tuannya marah.
Namun Fir'aun tak puas dengan jawaban Hamman. Ia pun memalingkan wajahnya dengan wajah masih merah padam. "Saya tahu Musa itu hanyalah tukang sihir yang berdusta," ujar Fir'aun.
Fir'aun kembali memandang Hamman dengan ide tipu daya yang lain, "Wahai pembesarku, akulah Tuhan kalian. Bersama Hamman, bagunlah untukku sebuah menara yang menjulang tinggi supaya aku sampai higga pintu-pintu langit. Aku ingin melihat Tuhan Musa, dan aku tahu bahwa Musa itu hanyalah seorang pendusta," ujar Fir'aun.
Hati Fir'aun benar-benar tertutup. Ia terhalang menuju jalan yang lurus. Pun para pembesarnya tak dapat menolak perintah sang raja. Hamman pun segera memperintahkan para pembesar lain untuk memenuhi keinginan Fir'aun. Namun itu hanyalah sifat munafik Hamman.
Ia sebenarnya tahu betul bahwa mustahil membangun menara seperti yang diinginkan Fir'aun. Bahkan meski peradaban Mesir kala itu dipandang maju, membangun menara hingga pintu langit merupakan perkara ajaib yang tak mampu dilakukan. Kendati demikian, ia mengiyakan perintah Fir'aun agar sang raja tak murka padanya.
Hingga kemudian, Hamman dengan kedudukannya meemberikan pengaruh bagi keputusan raja. Ia dengan mulut manisnya berusaha memuja Fir'aun.
"Namun paduka, untuk pertama kalinya saya merasa keberatan. Kendati Anda telah membangun menara menjulang, Anda tak akan pernah menemukan siapapun di langit. Karena memang tidak ada Tuhan selain Anda," ujar Hamman.
Mendengarnya, Fir'aun langsung berbangga diri dan memuja diri sendiri dengan ucapan Hamman. Fir'aun pun kemudian mendeklarasikan diri kembali sebagai Tuhan. "Wahai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku," ujar Fir'aun.
Fir'aun pun kemudian menyebarkan rumor di tengah masyarakat. Setiap orang yang berani melawannya dan menyembah selainnya, maka akan mendapat hukuman mati. Fir'aun memperketat militernya. Ia menyebar semua aparat untuk menjaga eksistensinya sebagai Tuhan.
Bani Israil pun dirundung teror Fir'aun tersebut. Apalagi Hamman mengusulkan agar Fir'aun membunuh setiap pria dan menodai setiap wanita diantara para pengikut Musa.
Semakin hari, Bani Israil tak kuat dengan siksaan Fir'aun. Mereka tak lagi sabar dengan keimanan. Bukan Bani Israil jika tak melawan nabi mereka.
Berbondong, mereka pun menemui Nabi Musa dan berkata, "Kami memang telah menderita masalah sebelum Anda datang kepada kami. Namun kami juga tetap menderita setelah Anda datang pada kami," keluh mereka.
Dengan sabar, Musa hanya menjawab, "Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi-Nya, maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu,"jawab Nabiyullah.
Sebagaimana diketahui dalam kisah Nabi Musa, Allah di kemudian hari menyelamatkan Bani Israil dan membinasakan Fir'un, Hamman dan semua bala tentara mereka.
"Dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir'aun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan," surah Al Qashshash ayat 6.
Keterangan ayat menyebutkan bahwa yang dimaksud kekhawatiran Fir'aun dan Hamman ialah kerajaan yang akan hancur oleh Bani Israil. Oleh karena kekhawatiran tersebut, pemerintahan Fir'aun menyiksa Bani Israil. Namun Allah selalu menyelamatkan hambaNya dan membela nabiNya.
Kisah Hamman tersebut dikisahkan dlam kitabullah dalam beberapa surat, diantaranya dalam Surah Al Qashshash ayat 6 dan ayat 38, Surah Al Mu'min ayat 36-37, serta Surah Al Ankabut ayat 38. Rujuklah kitab tafsir "Qashshashul Anbiya" karya Ibnu Katsir untuk kisah lengkap perjalanan hidup dan dakwah Nabiyullah Musa Alaihissalam.
Begitulah kisah fir'aun, sejarah memang berulang, hanya pelaku sejarah nya saja yang berbeda.

Senin, 20 Mei 2019

Saya memulai tulisan ini dengan Qur'an Surat An-Nisa' Ayat 81.
Yang kira-kira lebih kurang begini menurut terjemahan nya yang saya kutip.
Surat An-Nisa' Ayat 81
وَيَقُولُونَ طَاعَةٌ فَإِذَا بَرَزُوا مِنْ عِنْدِكَ بَيَّتَ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ غَيْرَ الَّذِي تَقُولُ ۖ وَاللَّهُ يَكْتُبُ مَا يُبَيِّتُونَ ۖ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا

Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan: "(Kewajiban kami hanyalah) taat". Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung.
Dari terjemahan tersebut saya mengutip 2 poin yang jadi garis besar, diantaranya :
1. Orang orang Munafik
Dalam tafsirQ.com yang saya kutip dari laman : https://tafsirq.com/4-an-nisa/ayat-81
Dijelaskan bahwa :
(Dan mereka berkata) maksudnya orang-orang munafik, jika mereka datang kepadamu, "Kewajiban kami hanyalah (taat) kepadamu." (Tetapi apabila mereka telah keluar dari sisimu, segolongan di antara mereka menyembunyikan) ta diidgamkan kepada tha dan boleh pula tidak (lain dari apa yang mereka katakan) padamu di hadapanmu tadi berupa ketaatan, tegasnya mereka menyembunyikan kedurhakaan mereka (Allah menulis) maksudnya menyuruh malaikat menulis (apa yang mereka sembunyikan itu) yakni dalam buku-buku catatan mereka agar menerima pembalasan nanti (maka berpalinglah kamu dari mereka) dengan memaafkan mereka (dan bertawakallah kepada Allah) artinya percayalah kepada-Nya karena Dia pasti melindungimu (dan cukuplah Allah itu sebagai pelindung) atau tempat bertawakal.
Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW bersabda, “Tanda-tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara ia berbohong, jika berjanji ia mengingkari, dan jika diberi amanah ia berkhianat” (Hadits Shahih Bukhari ke-33)
Rasulullah SAW pernah bersabda mengenai ciri-ciri orang munafik. Pada orang munafik minimal ada satu ciri, sedangkan munafik tulen memiliki ketiga-tiganya. Ketiga ciri tersebut adalah:
a. Bila berbicara selalu bohong. Orang seperti ini tidak bisa dipercayai dalam setiap perkataan yang diucapkannya. Bisa jadi apa yang dibicarakan tidak sesuai dengan hatinya.
b. Bila berjanji, tidak ditepati Orang munafik sulit untuk dipercayai perkataan dan perbuatannya
c.Bila diberi kepercayaan selalu berkhianat. Orang munafik sulit diberikan kepercayaan. Setiap kali kepercayaan yang diberikan tidak dapat dia jaga dengan baik.
Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita dari sifat-sifat munafik dan kejahatan orang-orang munafik.
2. SIASAT (Mengambil Keputusan)
Pengambilan keputusan adalah sebagai hasil dari sebuah output dari setiap proses pemilihan dari suatu tindakan. Nah, setiap ada pengambilan keputusan idealnya ada tindakan, itu esensinya. Keputusan dibuat untuk mencapai tujuan melalui pelaksanaan atau tindakan. Jadi, setiap ada keputusan yang kira-kira tidak bisa diterima oleh nalar kita, atau istilah lainnya akal sehat kita, pasti ada tindakan tindakan yang yang juga patut diduga diluar nalar kita. Semoga apa yang dijelaskan Qur'an Surat An-Nisa 81 jadi renungan bagi kita bersama, semoga Allah SWT selalu memberikan yang terbaik untuk kita semua.

Selasa, 07 Mei 2019

Perbankan Syariah
Perbankan syariah atau perbankan Islam
(Arab: المصرفية الإسلامية, al-Mashrafiyah al-Islamiyah) adalah suatu sistem perbankan yang pelaksanaannya berdasarkan hukum Islam (syariah). Pembentukan sistem ini berdasarkan adanya larangan dalam agama Islam untuk meminjamkan atau memungut pinjaman dengan mengenakan bunga pinjaman (riba), serta larangan untuk berinvestasi pada usaha-usaha yang bersifat (haram). Sistem perbankan konvensional tidak dapat menjamin absennya hal-hal tersebut dalam investasinya, misalnya dalam usaha yang berkaitan dengan produksi makanan atau minuman haram, usaha media atau hiburan yang tidak Islami, dan lain-lain.
Meskipun prinsip-prinsip tersebut mungkin telah diterapkan dalam sejarah perekonomian Islam, namun baru pada akhir abad ke-20 mulai berdiri bank-bank Islam yang menerapkannya bagi lembaga-lembaga komersial swasta atau semi-swasta dalam komunitas muslim di dunia.
Bank Umum Syariah Riau Kepri
Bank umum syariah riau kepri adalah sebuah bank milik BUMND Pemerintah Daerah Provinsi Riau dan Kepulauan Riau serta pemegang saham lainnya. Sebelum nya bank riau kepri konvensional dan juga bank riau kepri syariah, namun berdasarkan RUPS tahun 2019 pemegang saham mayoritas menyepakati untuk mengkonversi bank umum konvensional ke bank umum syariah riau kepri. Secara garis besar mengkonversi artinya merubah semua sistem yang konvensional ke sistem syariah. Selain sistem juga produk yang dihasilkan juga berupa produk syariah. Aturan juga aturan syariat islam, semoga apa yang direncanakan sesuai dengan apa yang di inginkan.

Jumat, 03 Mei 2019

Sekejap kita hening dari gejolak politik di tanah air, sedikit melirik di negeri melayu ini.
Tentang perkembangan arah baru bank riau kepri, dalam catatan ini saya ingin memaparkan sedikit tentang mengapa harus konversi ke syariah. Berdasarkan jumlah penduduk provinsi riau ini mayoritas berpenduduk melayu, melayu ini kental dengan nuansa islam. Mulai dari membangun gedung, artistik, dan kebijakan selalu di kaitkan dengan melayu. Tepat tanggal 22 April kemarin diputuskan sebuah kebijakan baru, lagi-lagi erat kaitannya dengan melayu. Apa tanda melayu, keputusan diambil melalui kesepakatan bersama hasil musyawarah atau dikenal dengan istilah RUPS. Kebijakan itu membuat arah ekonomi Riau dan Kepulauan Riau berubah, yakni salah satu BUMD mengkonversi bank umum konvensional ke bank umum syariah. Pertanyaan nya kenapa harus konversi ke syariah, kenapa tidak Spin Of. Paling tidak ada beberapa yang menjadi catatan, yakni :
1. Membangun peradaban ekonomi baru.
Melalui kebijakan ini masyarakat provinsi riau dan kepulauan Riau menunjukkan sikap bahwa Provinsi Riau dan Kepulauan Riau sedang dan akan membangun peradaban ekonomi baru. Yakni dengan mengkonversi bank umum konvensional ke bank umum syariah riau kepri.
2. Peluang Bisnis Syariah
Tepat bank riau kepri berulang tahun ke 53 tahun, sudah selayaknya seumur itu ibarat orang memikirkan masa depan yang lebih baik, mempersiapkan diri untuk menjadi yang terbaik. membuka pintu peluang bisnis dan menjadi pelopor untuk bisnis syariah.
3. Hijrah
Hijrah merupakan salah satu cara untuk memperbaiki diri agar lebih baik, dengan cara mengkonversi bank umum konvensional ke bank umum syariah, semua stakeholder akan hijrah. Hijrah untuk menjadi lebih baik, oleh karenanya kenapa harus konversi ke syariah kenapa tidak spin of, jelas bahwasanya kita ingin membangun peradaban ekonomi baru, peluang bisnis baru, dan hijrah untuk bumd yang lebih baik.

Senin, 13 Juni 2016

Rokan Hulu, salah satu kabupaten yang berprovinsikan Riau. Banyak yang menyandangkan istilah pada negeri ini, ada yang mengatakan bumi Naqsyabandiah, karena bumi ini terdapat banyak tempat masyarakat bersuluk atau surau. Ada yang mengatakan buminya melayu, karena mayoritas penduduknya bersuku melayu, dan yang sering di istilahkan atau bumi ini dijuluki dengan Negeri Seribu Suluk. betul memang, orang-orang mengatakan atau menjuluki negeri ini dengan Negeri Seribu Suluk. karena banyak terdapat tempat-tempat suluk dan berkembang nya Tarekat Naqsyabandiah. bumi Seribu Suluk Ini berdiri atau mekar pada tahun 1999. Sekarang, negeri ini dikenal bukan karena hasil buminya, bukan juga karena suluknya yang tersebab dijuluki dengan negeri seribu suluk, bukan juga karena negeri ini kaya akan hasil alamnya, tetapi negeri ini memiliki sebuah bangunan yang unik, besar, indah, dan agung yang tidak dimiliki oleh kabupaten-kabupaten se indonesia, yakni Masjid. kita seakan-akan tidak percaya, karena tak mungkin kabupaten-kabupaten lain tidak memiliki masjid. tetapi masjid yang bagaimana, itu yang menjadi pertanyaan besar, nah inilah yang membuat negeri ini dikenal dan banyak di kunjungi akhir-akhir ini. karena negeri ini memiliki mesjid yang dinamakan Masjid Agung Madani. 
Masjid Agung Madani Islamic Centere Pasir pengaraian, berdiri megah di tengah kota berdampingan dengan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu. Setiap orang yang melintasi ruas jalan lintas Riau-Sumatera Utara itu akan bisa menyaksikan kemegahan masjid yang berkapasitas 20.000 jamaah itu. Masjid ini setiap hari, khususnya pada dua waktu shalat fardlu (Zuhur dan Ashar) senantiasa ramai. Hal ini tidak lain karena para pegawai Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu berbaur bersama masyarakat melaksanakan shalat berjamaah.
Di Masjid Agung Madani Islamic Center Pasirpengaraian juga padat aktivitas keagamaan dan sosial lainnya, seperti pengajian rutin hadits dan tafsir Alquran. Kegiatan-kegiatan ini telah terjadwal dengan baik dan diasuh oleh mereka-mereka yang memang pakar di bidangnya. Mereka itu Ustad Dr H Mawardi Saleh, Lc. MA,  Dr H Musthofa Umar, H Abdul Somad,Lc MA dan Ustad Nurhadi Husein, Lc. Lantunan bacaan imam juga mengantarkan kita pada suasana di tanah suci. Betapa tidak, para imam di Masjid Agung Madani Islamic Center merupakan imam pilihan. Mereka para hafiz Quran dan bahkan para juara Musabaqoh Tilawatil Quran tingkat internasional.
Masjid Agung Madani Islamic Centre Pasirpengaraian dibangun tahun 2008. Dibangun di atas lahan seluas 22 hektare, dengan luas bangunan 15.800 meter. ketika itu saya masih kelas 1 SMA, saya ikut di acara Groudbreaking Pemabangunan nya ketika itu. ketika itu saya tidak kepikiran melihat apa yang direncanakan, yang ada hanya hutan luas, Groundbreakingny ketika itu di adakan di Kompleks Pemda Bina Peraja Rokan Hulu, lebih tepatnya di depan Kantor Pelayanan Terpadu ketika itu, sekarang kampus Institut Sains Al-qur'an Rokan Hulu. nah, sampai sekaranga saya baru tau arti maha karya ide terbaik untuk pembangunan Masjid ini, dengan masjid ini bisa membawa rokan hulu dikenal, bukan hanya di Riau, Tapi indonesia telah menobatkan masjid ini sebagai Masjid Paripurna Terbaik di Indonesia. saya sering rindu akan negeri ini karena saya adalah salah satu putra daerah ini yang sekarang menyandang Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Riau, rindu akan masjid, rindu akan sholat disana, banyak hal yang membuat saya rindu, hal yang membuat saya tidak bisa melupakannya adalah ketika sholat di masjid ini, para jama'ah mayoritas pakai jubah warna putih. banyak kegiatan yang dilaksanakan di masjid ini, selain pengajian yang di berikan oleh ustad-ustad ternama, juga memiliki latar belakang yang mumpuni, karena semuanya alumni Timur Tengah, Imamnya juga Qori terbaik Internasional. nyaman, dan tenang ketika berada di masjid ini. beberapa waktu yang lalu, saya pulang, kebetulan saya melakukan penelitian di rokan hulu. waktu zuhur, saya menyempatkan diri untuk menunaikan sholat di Masjid ini, tapi ntah mengapa suasananya tidak seperti biasanya, yang menunaikan sholat sudah tidak seramai dulu. saya rindu akan hal itu, timbul banyak pertanyaan, kenapa negeri ini bisa berubah, seperti kehilangan jati diri, seperti kehilangan kendali. tidak ada saya jumpai para jama'ah yang sholat dengan memakai jubah putih, bahkan saya melihat
Gambar diambil : Kamis, 2/6/2016
yang mengisi Tabligh Akbar bukan nama-nama yang sering saya dengar, ntah saya yang tidak punya pengetahuan. saya lihat nama lengkap, tidak lagi saya jumpai yang akhir namanya LC, MA dan sebagainya pertanda itu lulusan Timur Tengah. saya tidak tau, ada apa dengan negeri ini. ketika selesai sholat, saya keluar dan menghapiri salah seorang jama'ah, "pak, kenapa kita sholat tidak seperti dulu lagi, yang mayoritas memakai jubah putih", lantas jama'ah itu menjawab "kamu siapa dek". "saya mahasiswa pak". dengan lugas jamaah itu menjelaskan, dia mengatakan bahwa kampung ini sudah tidak seperti dulu lagi, sekarang para pegawai Pemda sudah tidak wajib lagi sholat di masjid, sudah tidak ada lagi memakai jubah putih, dan hampir seluruh pegawai atau pengurus islamic ini  di ganti. 
saya tidak tau, apa yang terjadi di negeri ini, seakan kehilangan tongkat, seperti tidak tau arah yang mau di tuju. saya rindu akan suasana itu, tapi tidak tau apa penyebab negeri ini berubah, padahal saya masih ingat betul ketika Mesjid ini di Groundbreaking, sekarang sudah memiliki pengakuan sebagai Mesjid Paripurna Terbaik Nasional, kenapa yang baru sekarang seakan-akan dia yang berprestasi, kenapa yang baru sekarang seakan-akan punya visi. akankah ini dibangun dengan titisan keringat dan air mata.
Gambar diambil : Kamis 2/6/2016
bagaimana negeri ini di bangun atas landasan pemikiran yang Cendikia, dengan dasar Agama, Pengetahuan, dan Peradaban. kenapa tidak visi itu dilanjutkan. hanya Allah SWT yang tau, mudah-mudahan negeri ini kembali seperti dulu, yang membangun dengan penuh dedikasi dan pemikiran yang akan menuju kejalan sang Ilahi Robbi, Amin.. -SG-

Jumat, 01 Januari 2016

     sejenak terdiam dengan hingar bingar dunia, dimalam pergantian tahun 2015 menuju tahun yang penuh dengan keberkahan abru 2016. terkadang banyak yang tergambarkan didalam sanubari, sambil memeluk berjuta asa yang pernah dan terasa di sepenghujung tahun yang lalu dan terlewati dengan penuh sempurna dengan berjuta rasa, cerita, dan bahasa yang telah terukir. dimalam ini, saat detik-detik pergantian tahun ini, gaxtau mau kemana, gax tau mau cerita dimana, dan sama siapa. dunia penuh dengan kegemerlapan, teman, kawan serta seluruh penjuru ingin merayakan malam pergantian tahun. sesungguhnya, banyak yang kontra dengan peringatan itu, banyak juga yang mengatakan itu tidak baik, tidak etis, tidak sesuai dengan ajaran agama kita, dan masih banyak tidak yang lainnya, sehingga ada yang memvonis memperingati malam pergantian tahun itu haram.
     Saya tidak berpandangan sedalam itu, karena masih lugu dengan ilmu, masih dangkal akan kajian, masih rendah akan pengetahuan, dan masih sedikit punya pandangan dalam hidup. Yang saya hanya tahu, apa yang sudah dilewati, dan bagaimana lebih baik untuk yang akan dating. Simple dalam pandangan saya : Planning, Eksekusi, Controling, dan Evaluasi.
     Tepat beberapa detik menjelang pergantian tahun dalam pandangan masehi, sedikit teringat dengan yang pernah dan telah dilalui 365 hari yang lalu, teringat jejak yang pernah dilangkah, cerita yang pernah terukir, dan kenangan yang telah dilewati. Berjuta, tidak bahkan tak terhingga, itulah cerita dan kenangan, hanya otak yang bias berfikir untuk bisa mengingatkanya kembali, hanya hati yang bisa merasakan apa itu artinya hidup, seberapa penting itu yang telah dilalui. Hanya jemari ini yang bisa mengetik untuk menceritakanya kembali dimalam yang penuh berkah ini. Bukan memperingati, bukan merayakan pergantian tahun, tetapi jemari dan hati yang ingin mencurahkan rasa yang telah dilalui.
     Tepat beberapa hari, bulan, bahkan tahun yang telah dilalui, banyak pertanyaan yang terlontar di fikiran ini, kenapa hidup penuh keberkahan, kenapa hidup penuh dengan cerita, kenapa hidup penuh dengan dosa, kenapa hidup penuh dengan impian, kenapa hidup penuh dengan kebohongan, kenapa hidup punya rasa. Tetapi dimana letak rasa, nyaman, bahagia, dan merdeka. Bukankah semua orang ingin mencapai takdir itu dengan sepenuhnya. tapi kenapa kebahagian itu sulit kita dapat, kenapa rasa nyaman itu sulit untuk dirasa, kenapa rasa merdeka itu sulit untuk di wujudkan, bukan politik yang menjadi penyebab kita tidak merdeka, bukan intervensi yang membuat kaku, bukan dan masih banyak bukan yang lainya.
     Saya sedikit bingung,  Saya sedikit bingung,  sedikit tertawa, bahkan tak sanggup menahan air mata ini, sambil jemari menghapus air mata, menatap lebih tajam, berfikir lebih kuat, dan menggenggam lebih dalam. Saya mulai menyentuh pertanyaan tadi, sambil melihat satu persatu, bukan hidup penuh akan segalanya, tapi sedikit menganalisa apa hubungan kebahagian, kenyamanan, kebohongan, rasa, dan merdeka. Tak tau, tapi merasa ada keterkaitan. Hati kecil mulai berkata Setelah menganalisa timbul pertanyaan yang baru, Akankah Hidup Lebih Indah Tanpa Kebohongan,..? karena dari variable hidup yang di analisa, hanya satu kata yang sedikit berbeda dengan yang lain yakni bohong, atau ketidak jujuran. Tidak, saya kira tidak ada hubungan, hati tersentak. Teringat masa-masa 2015 yang lalu, kenapa rasa ini mulai terbawa, hati mulai berkata. Penah seketika jiwa ini diperkenalkan dengan seorang gadis, berawal akan sebuah perkenalan yang di kenalkan oleh teman, aneh, tapi ini nyata. Kenal kog dikenalkan oleh teman, mulai berbagi sosmed, maka nama dan sebagainya kenal.
     Bukan perkenalan yang aku sesali, tetapi perpisahan yang aku tangisi, hahaha. Mulut mulai senyum, karena indah, ya namanya juga awal perkenalan. Dekat bahkan ngajak ketemu, dikampus. Kayaknya ini yang paling cocok, kenapa dikampus, setidaknya ini merupakan taman ilmu bagi setiap orang, dengan alasan memintak coklat, so sweet.. hati mulai berdebar, rasa mulai terasa, perubahan terjadi. Tidak ada yang namanya perubahan selain perubahan itu sendiri, saya rasa itu yang pantas untuk dikatakan. Dekat bahkan selalu bersama – sama dalam keseharian. Sementara disaat yang bersamaan saya sudah dekat dengan teman kecil, sahabat semasa sekolah. Hari- hari penuh dengan bejuta rasa dan kenangan. Tapi ntah kenapa, perkenalan itu saya tidak jujur dengan teman semasa kecil. Karena takut menyakitinya. Alasanya keren banget, seperti darama di senayan, haha.
     Berhari-hari, bahkan muali nyaman, bahagia, tenang, tetapi tidak merdeka. Karena ada rasa, gax tau itu rasa apa. Gaduh mulai terasa, kalau ketahuan bagaimana ya, sakit gax ya, ah sudah. Inikan cuman perkenalan. Gax bakal ketahuan, kan punya jalan yang berbeda-beda, punya waktu yang berbeda-beda.
     14 November itu merupakan tanggal bersejarah dalam hidup, karena itu hari kelahiran saya di muka bumi Allah SWT. Sederhana, banyak yang mengucapkan selamat ulang tahun, saling berbagi kue, saling mendoakan. Dsaat yang bersamaan itu waktu yang bersamaan, sehingga tau siapa-siapa yang mengucapkan, sahabat masa kecil mulai terhasut dengan rasa cemburu, karena ada yang aneh dengan bahasa sekitaran. Akhirnya marahan dan ketahuan.
     Ahh, ini masa lalu sudah la, apa hubunngannya  dengan Kebahagian, Ketenangan, Kenyamanan, Kebohongan, dan Merdeka. Gax tau air mata mulai menderas, inikah yang namanya caraku merayakan pergantian tahun, inikah caraku memperingati pergantian tahun, tapi yang jelas ini cara ku memperbaiki atau mengevaluasi yang telah terjadi di tahun-tahun yang lalu : Muhasabah.
     Di kesunyian malam, teringat masa hari-hari kuliah ku, berjuta rasa di saat menuntut ilmu, bahakn yang paling terasa disaat membagi ilmu kemasyarakat, tepat libur semester 5 mahasiswa di tebar diseluruh penjuru Indonesia umumnya, Riau khususnya. Tak menyangka diperkenalkan lagi dengan seorang mahasiswa-mahasiswi satu kampus, satu fakultas, bahkan satu jurusan, maklum karena semester satu sampai dengan lima disubukkan dengan organisasi, bukan aktivis juga, dan bukan organisatoris. Tetapi ingin mengabdikan tridarma perguruan tinggi sebagai mahasiswa : Agent of Change.
      Sepuluh hari berlalu, satu rumah, satu diskusi telah dilalui. Satu sama lain saling kenal, merasa dunia baru. Karena banyak yang baru kenal, merasa senang dengan hal-hal baru, dengan teman-taman baru. Karena itu ciri khasnya saya suka dengan hal-hal baru. Idul fitri pun tiba, kita kembali mudik bersama, malam takbiran tiba saling maaf- memaafkan dengan berkirim pesan singkat. Beberapa hari masih dengan suasana lebaran, ada satu pesan singkat yang datang, “ asalam, gimana kabar, rindu..!.” bahasa yang sederhana, megetarkan bulu roma, meluluh lantakkan kejenuhan. Seminggu berlalu, kita kembai kumpul dengan suasana baru, selepas kembalinya dari mudik masing-masing. Berhari-hari berlalu penuh dengan kesemangatan, rasa dan haru telah dilalui. Ada satu pertanyaan yang dilontarkan, sehingga membuat sebuah tonggak cerita kedekatan. Mengenalkan dirinya dengan tidak ada nya saling hubungan. Sehingga dekat, dan mulai tersentuh dengan sebuah rasa cemburu. Kemelut pun tiba kembali.
     Kog bisa sampai kesini ya, sekali lagi apa hubunganya dengan pertanyaan , Akankah Hidup Lebih Indah Tanpa Kebohongan,..?
     Dua bulan berlalu, kembali kekampus. Perkenalan mulai dekat, permasalahan dengan perkenalan bertubi-tubi datang. Janji pun mulai di ucapkan, akan menjauhi teman cowoknya, gax akan komunikasi, janji.
     Dengan suasana perkataan yang bagi saya itu amanah, mulai perbaiki perkenalan lagi, baik. Bahkan dekat lagi, sederhana memang dengan perkataannya. Semakin hari-semakin banyak yang terjadi, analisa. Sulit untuk menganalisa, lenih sulit dari persamaan logika yang tertera di kalkulus 2. Hehe. Seorang teman baik, tipikal orang yang bener-bener gax bisa menutupi, hatinya baik. Gax bisa menutupi memang, karena teman yang satu ini jalan kebenaran terbuka. Bagaikan perang dunia ketigapun datang, tapi allahamdulillah teman ini juga lah yang berani mengatakan kebenaran dan kejujuran. Dengan bahasa yang sederhana dia menjelaskan, menyarankan, sampai-sampai berani mengatakan, keputusan ini gax mungkin, karena dia tak berani jauh dengan teman cowoknya, haaa.. masih komunikasi,.? Telponan tiap hari,,! Aduh luar biasa bagi saya. Lantas yang selama ini bagaimana..? galau, bahkan air mata pun menemani dengan suasananya. Tenang, tidak.. nyaman pun tidak, apalagi hidup yang indah.
    Sekali lagi apa hubungan ini semua, apa hubungannya dengan kebahagian, kenyamanan, ketenangan, kebohongan, dan meredeka.
      Gemuruhan hujan yang merintik-rintik, jemari yang mengusapkan air mata, otak yang penuh dengan analisa, hati berkata. Ini bukan jati dirimu, ini bukan pemikiran mu, ini bukan sifat mu, ini bukan prinsipmu.. berat, sulit bahkan ragu membelenggu, dengan terpaksa. Saya mengatakan, Ini Bukan Saya..! bagi saya prinsip itu adalah sederhana, katakana iya kalau sesuatu itu benar, dan tidak pada ketidak benaran. Gax akan pernah bahagia selagi kita tidak bicara dengan apa kebenerannya, tidak akan pernah bisa tenang kalau ada satu titik yang tidak benar, tidak akan pernah bisa merdekan dalam berfikir kalau ada intervensi kebohongan.

Logika Terbalik
Sakit memang ketika kita tidak mengatakan sesuatu itu pada tempatnya, setidaknya saya bisa merasakan betapa rasanya ketika dibohongi. Ketika satu gagasan bertanya, betapa rasa sakitnya ketika di bohongi, maka satu yang bisa saya jawab, kembalikan ke kita, kita yang tau kebenarannya, ketika kita yang di posisi yang di bohongi bagaimana..? maka itulah jawabannya seberapa sakitnya.
     Nah, ketika ditanya ke saya, Akankah Hidup Lebih Indah Tanpa Kebohongan,..? saya kira jawabanhya IYA. Karena tidak akan pernah indah kehidupan itu diatas kebohongan, sekali kita berbohong, maka kita akan berbohong lagi untuk menutupi kebohongan yang pernah kita lakukan itu. 

Minggu, 02 November 2014

Inilah Rahasia Mengapa Shalat Harus di Awal Waktu

Ternyata anjuran tersebut ada hikmahnya. Menurut para ahli, setiap perpindahan waktu sholat, bersamaan dengan terjadinya perubahan tenaga alam dan dirasakan melalui perubahan warna alam. Kondisi tersebut dapat berpengaruh pada kesehatan, psikologis dan lainnya. Berikut ini kaitan antara shalat di awal waktu dengan warna alam.
  1. Waktu Subuh
Pada waktu subuh, alam berada dalam spektrum warna biru muda yang bersesuaian dengan frekuensi tiroid (kelenjar gondok). Dalam ilmu Fisiologi (Ilmu biologi yang mempelajari berlangsungnya sistem kehidupan) tiroid mempunyai pengaruh terhadap sistem metabolisma tubuh manusia. Warna biru muda juga mempunyai rahasia tersendiri berkaitan dengan rejeki dan cara berkomunikasi. Mereka yang masih tertidur nyenyak pada waktu Subuh akan menghadapi masalah rejeki dan komunikasi. Mengapa? Karena tiroid tidak dapat menyerap tenaga biru muda di alam ketika roh dan jasad masih tertidur. Pada saat azan subuh berkumandang, tenaga alam ini berada pada tingkatan optimal. Tenaga inilah yang kemudian diserap oleh tubuh kita terutama pada waktu ruku dan sujud.
  1. Waktu Zuhur
Alam berubah menguning dan ini berpengaruh kepada perut dan sistem pencernaan manusia secara keseluruhan. Warna ini juga punya pengaruh terhadap hati. Warna kuning ini mempunyai rahasia berkaitan dengan keceriaan seseorang. Mereka yang selalu ketinggalan atau melewatkan sholat Zuhur berulang kali akan menghadapi masalah dalam sistem pencernaan serta berkurang keceriaannya.
  1. Waktu Ashar
Alam berubah lagi warnanya menjadi oranye. Hal ini berpengaruh cukup signifikan terhadap organ tubuh yaitu prostat, rahim, ovarium/ indung telur dan testis yang merupakan sistem reproduksi secara keseluruhan. Warna oranye di alam juga mempengaruhi kreativitas seseorang. Orang yang sering ketinggalan waktu Ashar akan menurun daya kreativitasnya. Di samping itu organ-organ reproduksi ini juga akan kehilangan tenaga positif dari warna alam tersebut.
  1. Waktu Maghrib
Warna alam kembali berubah menjadi merah. Sering pada waktu ini kita mendengar banyak nasehat orang tua agar tidak berada di luar rumah. Nasehat tersebut ada benarnya karena pada saat Maghrib tiba, spektrum warna alam selaras dengan frekuensi jin dan iblis. Pada waktu ini jin dan iblis amat bertenaga karena mereka ikut bergetar dengan warna alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan sebaiknya berhenti sejenak dan mengerjakan sholat Maghrib terlebih dahulu. Hal ini lebih baik dan lebih selamat karena pada waktu ini banyak gangguan atau terjadi tumpang-tindih dua atau lebih gelombang yang berfrekuensi sama atau hampir sama dan bisa menimbulkan fatamorgana yang bisa mengganggu penglihatan kita.
  1. Waktu Isya
Pada waktu ini, warna alam berubah menjadi nila dan selanjutnya menjadi gelap. Waktu Isya mempunyai rahasia ketenteraman dan kedamaian yang frekuensinya sesuai dengan sistem kontrol otak. Mereka yang sering ketinggalan waktu Isya akan sering merasa gelisah. Untuk itulah ketika alam mulai diselimuti kegelapan, kita dianjurkan untuk mengistirahatkan tubuh ini. Dengan tidur pada waktu Isya, keadaan jiwa kita berada pada gelombang Delta dengan frekuensi dibawah 4 Hertz dan seluruh sistem tubuh memasuki waktu rehat. Selepas tengah malam, alam mulai bersinar kembali dengan warna-warna putih, merah jambu dan ungu. Perubahan warna ini selaras dengan kelenjar pineal (badan pineal atau “mata ketiga”, sebuah kelenjar endokrin pada otak) kelenjar pituitary, thalamus (struktur simetris garis tengah dalam otak yang fungsinya mencakup sensasi menyampaikan, rasa khusus dan sinyal motor ke korteks serebral, bersama dengan pengaturan kesadaran, tidur dan kewaspadaan) dan hypothalamus (bagian otak yang terdiri dari sejumlah nucleus dengan berbagai fungsi yang sangat peka terhadap steroid, glukokortikoid, glukosa dan suhu). Maka sebaiknya kita bangun lagi pada waktu ini untuk mengerjakan sholat malam (tahajud). Shalat di awal waktu akan membuat badan semakin sehat

Kolam Inspiratif

“Teknologi informasi dan bisnis menjadi saling terjalin dengan erat. Saya tak berpikir siapa pun dapat berbicara salah satunya dengan penuh makna tanpa membicarakan satu yang lainnya”

Arsip

Flickr Images

About us

Populer

Biografi Tokoh

Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie
Prof. Dr.(H.C.) Dahlan Iskan

Materi Kuliah IT

Image Retrieval
Computer Security
Riset Teknologi
Interaksi Manusia dan Komputer
Rekayasa Perangkat Lunak
Sistem Informasi
Grafika Komputer