Selasa, 07 Mei 2019

Perbankan Syariah
Perbankan syariah atau perbankan Islam
(Arab: المصرفية الإسلامية, al-Mashrafiyah al-Islamiyah) adalah suatu sistem perbankan yang pelaksanaannya berdasarkan hukum Islam (syariah). Pembentukan sistem ini berdasarkan adanya larangan dalam agama Islam untuk meminjamkan atau memungut pinjaman dengan mengenakan bunga pinjaman (riba), serta larangan untuk berinvestasi pada usaha-usaha yang bersifat (haram). Sistem perbankan konvensional tidak dapat menjamin absennya hal-hal tersebut dalam investasinya, misalnya dalam usaha yang berkaitan dengan produksi makanan atau minuman haram, usaha media atau hiburan yang tidak Islami, dan lain-lain.
Meskipun prinsip-prinsip tersebut mungkin telah diterapkan dalam sejarah perekonomian Islam, namun baru pada akhir abad ke-20 mulai berdiri bank-bank Islam yang menerapkannya bagi lembaga-lembaga komersial swasta atau semi-swasta dalam komunitas muslim di dunia.
Bank Umum Syariah Riau Kepri
Bank umum syariah riau kepri adalah sebuah bank milik BUMND Pemerintah Daerah Provinsi Riau dan Kepulauan Riau serta pemegang saham lainnya. Sebelum nya bank riau kepri konvensional dan juga bank riau kepri syariah, namun berdasarkan RUPS tahun 2019 pemegang saham mayoritas menyepakati untuk mengkonversi bank umum konvensional ke bank umum syariah riau kepri. Secara garis besar mengkonversi artinya merubah semua sistem yang konvensional ke sistem syariah. Selain sistem juga produk yang dihasilkan juga berupa produk syariah. Aturan juga aturan syariat islam, semoga apa yang direncanakan sesuai dengan apa yang di inginkan.

Jumat, 03 Mei 2019

Sekejap kita hening dari gejolak politik di tanah air, sedikit melirik di negeri melayu ini.
Tentang perkembangan arah baru bank riau kepri, dalam catatan ini saya ingin memaparkan sedikit tentang mengapa harus konversi ke syariah. Berdasarkan jumlah penduduk provinsi riau ini mayoritas berpenduduk melayu, melayu ini kental dengan nuansa islam. Mulai dari membangun gedung, artistik, dan kebijakan selalu di kaitkan dengan melayu. Tepat tanggal 22 April kemarin diputuskan sebuah kebijakan baru, lagi-lagi erat kaitannya dengan melayu. Apa tanda melayu, keputusan diambil melalui kesepakatan bersama hasil musyawarah atau dikenal dengan istilah RUPS. Kebijakan itu membuat arah ekonomi Riau dan Kepulauan Riau berubah, yakni salah satu BUMD mengkonversi bank umum konvensional ke bank umum syariah. Pertanyaan nya kenapa harus konversi ke syariah, kenapa tidak Spin Of. Paling tidak ada beberapa yang menjadi catatan, yakni :
1. Membangun peradaban ekonomi baru.
Melalui kebijakan ini masyarakat provinsi riau dan kepulauan Riau menunjukkan sikap bahwa Provinsi Riau dan Kepulauan Riau sedang dan akan membangun peradaban ekonomi baru. Yakni dengan mengkonversi bank umum konvensional ke bank umum syariah riau kepri.
2. Peluang Bisnis Syariah
Tepat bank riau kepri berulang tahun ke 53 tahun, sudah selayaknya seumur itu ibarat orang memikirkan masa depan yang lebih baik, mempersiapkan diri untuk menjadi yang terbaik. membuka pintu peluang bisnis dan menjadi pelopor untuk bisnis syariah.
3. Hijrah
Hijrah merupakan salah satu cara untuk memperbaiki diri agar lebih baik, dengan cara mengkonversi bank umum konvensional ke bank umum syariah, semua stakeholder akan hijrah. Hijrah untuk menjadi lebih baik, oleh karenanya kenapa harus konversi ke syariah kenapa tidak spin of, jelas bahwasanya kita ingin membangun peradaban ekonomi baru, peluang bisnis baru, dan hijrah untuk bumd yang lebih baik.

Rabu, 24 April 2019


Senin 22 april 2019 salah satu perusahaan plat merah di bumd pemerintah daerah provinsi riau yakni bank riau kepri melaksanakan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). 
RUPS ini umum dilakukan dan dilaksanakan di perusahaan, namun kali ini bank riau kepri membuat sejarah baru, peradaban baru berdasarkan hasil keputusan nya, salah satunya adalah mengkonversi bank umum konvensional ke bank umum syariah riau kepri (sumber : https://riaukepri.com/2019/04/23/sah-bank-riau-kepri-menjadi-bank-syariah/). 
Sungguh keputusan yang luar biasa, karena dengan keputusan ini merubah semuanya. Mulai dari budaya, produk, dan sistem. Dengan demikian juga maka akan merubah pola ekonomi dari konvensional ke ekonomi syariah. Di satu sisi kita merubah budaya, diisi lain kita merubah sistem sekaligus kita membangun peradaban baru. Dalam hal ini menurut pandangan saya ini adalah kesempatan juga untuk menambah selain merubah budaya, membangun peradaban, juga membuat arah baru. Ada 3 catatan penting untuk membangun sekaligus membuat arah baru, yakni :
1. Kesempatan membangun data center.
Dalam hal ini, sudah saatnya kita membangun data center sendiri, agar kita bisa memiliki pusat data yang mumpuni. Tujuannya kita bisa membuat riset, mengolah data, dan menganalisis data yang kita miliki untuk kepentingan bisnis. Dengan demikian peradaban yang kita bangun memiliki arah yang jelas dalam menghadapi revolusi industri 4.0.
2. Membangun SI/TI yang terintegrasi.
Membangun sistem informasi dan teknologi informasi yang terintegrasi itu sangat penting untuk diperhatikan dalam sebuah organisasi. Kita membangun SI/TI terintegrasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, kualitas bisnis, dan sebagainya. Kita merubah pola bisnis dari sebelumnya semi digital ke pola bisnis yang yang terintegrasi. Dengan demikian kualitas pelayanan bisa ditingkatkan dan juga meningkatkan efisiensi dalam biaya, juga meningkat fee base income dari sebuah organisasi. Dalam hal ini bisa membuat kajian tentang Blueprint SI/TI untuk membuat SI/TI terintegrasi.
3. Divisi R&D
Terakhir adalah sebuah divisi khusus yang membawahi untuk kegiatan riset dan pengembangan. Divisi ini dibuat dengan tujuan untuk membantu pembuatan kebijakan, penyusunan standar pelayanan, kepuasan nasabah. Juga membuat kajian strategis untuk kepentingan bisnis. Kita harus merubah pola dari organisasi ke masyarakat, ke pola yang berkolaborasi antara organisasi dan masyarakat. Dengan demikian tercipta nya pola bisnis baru yang berkolaborasi. Dimana masyarakat memiliki peran kolaborator dengan organisasi, masyarakat bagian dari bisnis organisasi. Sehingga bisa menciptakan kepuasan pelayanan. Dengan demikian kita membuat arah baru untuk sebuah pola organisasi syariah yang akan menjadikan acuan bagi industri keuangan syariah dunia.

Rabu, 02 Januari 2019

Dalam tulisan awal tahun ini saya ingin menggambarkan sebuah budaya kerja atau Corporate culture dalam menghadaping revolusi industri 4.0.
Corporate culture atau budaya kerja adalah sebuah nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam suatu organisasi, menjadi dasar cara berpikir, berperilaku dan bertindak dari seluruh insan organisasi, dan diturunkan dari satu generasi ke generasi. Budaya kerja dapat di daya gunakan sebagai daya dorong yang efektif dalam mencapai tujuan sesuai dengan visi dan misi organisasi. dalam pandangan saya, sebuah perusahaan harus siap dalam menghadapi tantangan dan revolusi industri 4.0 itu sendiri. ada beberapa tahapan dalam membangun Corporate culture itu sendiri :

  • Corporate - Resident

Korporat atau korporasi (bahasa Inggris: Corporate) adalah sekelompok orang yang bersatu mendirikan sebuah entitas berbadan hukum. Kata corporate berasal dari bahasa latin yaitu corporationem yang artinya “mendirikan badan”.Secara legal, korporat ini sama halnya dengan perusahaan biasa hanya saja kata korporat sudah terbiasa digunakan untuk menggambarkan perusahaan yang sudah well established.
Sementara Resident bisa kita gambarkan adalah orang-orang yang berada di dalam perusahan itu sendiri. dalam hal ini hubungan antara perusahaan dan resident hanya bersifat tempat dimana orang bekerja, dan pegawai yang ada dalam perusahaan itu untuk bekerja. budaya ini sudah ditinggalkan bagi perusahaan yang mulai bergerak untuk maju. 
Pegawai dari perusahaan yang seperti ini sulit untuk maju, karena memberikan budaya perusahaan yang tidak memberikan kesempatan pengembangan diri bagi seluruh pegawainya. 

  • Service Provider - Customer

Hubungan perusahaan dan orang yang bekerja di perusahaan yang satu ini adalah yang lazim dan banyak kita jumpai pada saat sekarang ini, kalau saya boleh menggambarkan yang satu ini. saya menggambarkan hubungan perusahaan dengan pegawainya seperti Service Provider dengan Customer. Perusahaan lah yang bergerak sebagai penyedia layanan. sementara pegawainya menikmati dari layanan tersebut. corporate culture seperti ini lazim sekali kita jumpai. sama halnya dengan Corporate Culture dari Corporate-Resident, tetapi pada tahap ini perusahaan menganggap pegawainya adalah seperti customer, semua fasilitas diberikan, dengan kata lain dimanja, akibatnya tanpa memberikan kinerja yang bagus.
  • Fasilitator - Partisipan
Corporate Culture yang satu ini jarang kita jumpai, tapi sudah mulai diterapkan di beberapa perusahaan yang maju. baik di dalam negeri maupun di luar negeri. dengan pola yang satu ini, perusahaan telah memberikan kesempatan pada pegawainya untuk berpartisipasi, sehingga memberikan nilai tambah abgi kinerja korporasi. melainkan pada tahap ini adalah sebuah pola perusahaan yang maju. belum masuk pada tahap perusahaan yang bisa menjawab tantangan di masa datang, arti kata perusahaan yang seperti ini belum menerapkan sebuah teknologi yang dalam istilah sekarang teknologi dalam basis 4.0. baru sebatas kinerja.
  • Kolaborator - Creator
Corporate Culture yang ini berbeda dengan yang sebelumnya, selain memberikan kesempatan dan partisipasi dari seluruh pegawai, Corporate Culture yang ini juga membuat kinerja perusahaan lebih kolaborasi antar pegawai yang bekerja, dan juga bertindak sebagai creator atau membuat gagasan baru, inovasi baru. dengan demikian terciptalah Corporate Culture yang kolaboratif, sehingga bisa menghasilkan dan menerapkan teknologi-teknologi yang mumpuni. dalam hal ini misalkan di sebuah bank, bisa diterapkan Big Data, AI, dan Mechine Learning. karena dengan demikian, terciptalah sebuah Corporate Culture yang bisa menjawab tantangan masa depan. dengan diterapkannya Big Data misalkan, perusahaan bisa memprediksi dan memproyeksikan keadaan di masa mendatang dengan lebih mudah dengan basis data yang ada dan kolaboratif dari pegawai yang bekerja. 

Minggu, 30 April 2017

Tepat 3 bulan yang lalu saya telah menyelesaikan amanah studi, dan Alhamdulillah sesuai dengan target dan recana. Oleh karenanya resmi lah saya sebagai anak bangsa untuk mengabdi di lingkungan masyarakat untuk mengaplikasikan apa yang telah selama ini yang saya impikan. Hidup memang bukanlah semudah yang kita inginkan, melainkan hidup seperti samudara yang begitu luas, dan seperti sedang berada dalam sebuah labirin. Kita harus tau kemana akan di tuju, siapa yang kita pilih untuk menjalankan hidup ini bersama-sama. 
Paling tidak, pendidikan adalah sebagai dasar untuk menjalan kan hidup ini agar lebih baik dan terencana. Semua orang telah merencanakan kehidupan ini sebaik-baiknya. Sesuai dengan rencana dan targetnya sendiri. Seperti sedang berada di dalam labirin, semua pintu akan terbuka, ketika kita membukakan pikiran kita di dalam kehidupan ini, namun sebaliknya pintu akan tertutup ketika kita menyerah, dan akan berakhir. 
Oleh karenanya, disaat kita membuka kehidupan baru, kita akan menjumpai dunia baru, dan akn terbuka pintu-pintu untuk menuju labirin berikutnya. Dan distu kita akan mendapatkan data-data tentang labirin yang dimana kita berda. Itulah namanya data-data labirin kehidupan. Disini kita di hadapkan dengan pilihan, pintu mana yang kita pilih untuk kehidupan selanjutnya, dan kemana kita akan menuju. Sama hal nya dengan sebelumnya, pintu akan terbuka ketika kita membuka pikiran-pikiran yang positif, dan pintu akan tertutup di saat kita menutup diri dari kehidupan ini. 
Inilah labirin kehidupan, setiap langkah perlu kita pertimbangkan, perlu kita pikirkan dengan baik. Jangan sampai kita jatuh di lubang yang sama. 
Begitu seterusnya dan seterusnya, inilah realita kehidupan, labirin kehidupan. “Sesungguhnya Allah Tidak Akan Mengubah Nasib Suatu Kaum Kecuali Kaum Itu Sendiri Yang Mengubah Apa-Apa Yang Ada Pada Diri Mereka” QS 13:11. –SG-

Tepat hari ini tanggal 1 Mei 2017, dimulainya Silaturahmi dan Musyawarah Nasional Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi Nasional (SMNPDN) tahun 2017 di Universitas Lampung, Bandar Lampung, Lampung. Baru rasanya SMNPDN pertama yang di laksanakan di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. Saya masih ingat 2 tahun yang lalu disaat berada di Makassar untuk mengikuti SMNPDN Pertama, disaat itu SMNPDN pertama itu saya di amanahkan untuk menjalankan roda kepengurusan sebagai Kepala Departemen Kearsipan, sungguh senang sekali memegang amanah ini. 
Paling tidak saya ikut andil dalam mewujdukan cita-cita mahasiswa bidikmisi se indonesia dalam pengabdian ke Negara dan bangsa untuk mewujdukan generasi emas indonesia pada tahun 2045. Alhamdulillah, hari ini telah 2 tahun mengemban amanah ini, tidak banyak yang saya lakukan, hanya sekedar berkontribusi untuk mewujudkan kerasipan mendata seluruh mahasiswa penerima bidikmisi se indonesia. 
Terakhir data yang masuk ke database saya, seluruh anggota yang masuk terdata 5213 orang, alumni 226 orang, dan 48 Forum Organisasi Bidikmisi di Kampus-Kampus. Barang kali ini hanya sebagian yang menginputkan datanya ke database kearsipan mahasiswa bidikmisi indonesia. Saya yakin dan percaya masih banyak yang belum terdata. 
Oleh karenanya saya telah mengembangkan website PDN yang beralamatkan : permadani-diksi.or.id. tujuannya satu, yakni mensosialiasikan Persatuan Mahasiswa dan Alumji Bidikmsi ke penerima beasiswa bidikmisi se indonesia, baik yang berda di dalam negeri maupun yang berada di laur negeri. Alhamdulillah di akhir masa jabatan ini, saya merasa bangsa sekaligus bangga dengan teman-teman se indonesia. Sekaligus anak-anak bidikmisi se indonesia, semoga PDN yang kita bangun bersama ini semakin jaya.
Terkahir saya ingin menyampaikan ribuan terimakasih saya sebagai anak bangsa, bahwa hari ini tepat 25 februari 2017 yang lalu saya telah di wisuda, butuh 4 tahun dalam menjalankan Studi di Jurusan Teknik Informatika UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Alahamdulillah tekah saya laksanakan amanah bidikmisi untuk menyelesaikan studi saya dengan predikat sangat memuaskan. Sekali alagi saya mengucapkan ribuan termakasih telah bisa melanjutkan studi, dan terimakasih juga telah mengenal teman-teman bidikmisi se indonesia melalui Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi Nasional. –SG-

x

Senin, 13 Juni 2016

Rokan Hulu, salah satu kabupaten yang berprovinsikan Riau. Banyak yang menyandangkan istilah pada negeri ini, ada yang mengatakan bumi Naqsyabandiah, karena bumi ini terdapat banyak tempat masyarakat bersuluk atau surau. Ada yang mengatakan buminya melayu, karena mayoritas penduduknya bersuku melayu, dan yang sering di istilahkan atau bumi ini dijuluki dengan Negeri Seribu Suluk. betul memang, orang-orang mengatakan atau menjuluki negeri ini dengan Negeri Seribu Suluk. karena banyak terdapat tempat-tempat suluk dan berkembang nya Tarekat Naqsyabandiah. bumi Seribu Suluk Ini berdiri atau mekar pada tahun 1999. Sekarang, negeri ini dikenal bukan karena hasil buminya, bukan juga karena suluknya yang tersebab dijuluki dengan negeri seribu suluk, bukan juga karena negeri ini kaya akan hasil alamnya, tetapi negeri ini memiliki sebuah bangunan yang unik, besar, indah, dan agung yang tidak dimiliki oleh kabupaten-kabupaten se indonesia, yakni Masjid. kita seakan-akan tidak percaya, karena tak mungkin kabupaten-kabupaten lain tidak memiliki masjid. tetapi masjid yang bagaimana, itu yang menjadi pertanyaan besar, nah inilah yang membuat negeri ini dikenal dan banyak di kunjungi akhir-akhir ini. karena negeri ini memiliki mesjid yang dinamakan Masjid Agung Madani. 
Masjid Agung Madani Islamic Centere Pasir pengaraian, berdiri megah di tengah kota berdampingan dengan kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu. Setiap orang yang melintasi ruas jalan lintas Riau-Sumatera Utara itu akan bisa menyaksikan kemegahan masjid yang berkapasitas 20.000 jamaah itu. Masjid ini setiap hari, khususnya pada dua waktu shalat fardlu (Zuhur dan Ashar) senantiasa ramai. Hal ini tidak lain karena para pegawai Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu berbaur bersama masyarakat melaksanakan shalat berjamaah.
Di Masjid Agung Madani Islamic Center Pasirpengaraian juga padat aktivitas keagamaan dan sosial lainnya, seperti pengajian rutin hadits dan tafsir Alquran. Kegiatan-kegiatan ini telah terjadwal dengan baik dan diasuh oleh mereka-mereka yang memang pakar di bidangnya. Mereka itu Ustad Dr H Mawardi Saleh, Lc. MA,  Dr H Musthofa Umar, H Abdul Somad,Lc MA dan Ustad Nurhadi Husein, Lc. Lantunan bacaan imam juga mengantarkan kita pada suasana di tanah suci. Betapa tidak, para imam di Masjid Agung Madani Islamic Center merupakan imam pilihan. Mereka para hafiz Quran dan bahkan para juara Musabaqoh Tilawatil Quran tingkat internasional.
Masjid Agung Madani Islamic Centre Pasirpengaraian dibangun tahun 2008. Dibangun di atas lahan seluas 22 hektare, dengan luas bangunan 15.800 meter. ketika itu saya masih kelas 1 SMA, saya ikut di acara Groudbreaking Pemabangunan nya ketika itu. ketika itu saya tidak kepikiran melihat apa yang direncanakan, yang ada hanya hutan luas, Groundbreakingny ketika itu di adakan di Kompleks Pemda Bina Peraja Rokan Hulu, lebih tepatnya di depan Kantor Pelayanan Terpadu ketika itu, sekarang kampus Institut Sains Al-qur'an Rokan Hulu. nah, sampai sekaranga saya baru tau arti maha karya ide terbaik untuk pembangunan Masjid ini, dengan masjid ini bisa membawa rokan hulu dikenal, bukan hanya di Riau, Tapi indonesia telah menobatkan masjid ini sebagai Masjid Paripurna Terbaik di Indonesia. saya sering rindu akan negeri ini karena saya adalah salah satu putra daerah ini yang sekarang menyandang Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Riau, rindu akan masjid, rindu akan sholat disana, banyak hal yang membuat saya rindu, hal yang membuat saya tidak bisa melupakannya adalah ketika sholat di masjid ini, para jama'ah mayoritas pakai jubah warna putih. banyak kegiatan yang dilaksanakan di masjid ini, selain pengajian yang di berikan oleh ustad-ustad ternama, juga memiliki latar belakang yang mumpuni, karena semuanya alumni Timur Tengah, Imamnya juga Qori terbaik Internasional. nyaman, dan tenang ketika berada di masjid ini. beberapa waktu yang lalu, saya pulang, kebetulan saya melakukan penelitian di rokan hulu. waktu zuhur, saya menyempatkan diri untuk menunaikan sholat di Masjid ini, tapi ntah mengapa suasananya tidak seperti biasanya, yang menunaikan sholat sudah tidak seramai dulu. saya rindu akan hal itu, timbul banyak pertanyaan, kenapa negeri ini bisa berubah, seperti kehilangan jati diri, seperti kehilangan kendali. tidak ada saya jumpai para jama'ah yang sholat dengan memakai jubah putih, bahkan saya melihat
Gambar diambil : Kamis, 2/6/2016
yang mengisi Tabligh Akbar bukan nama-nama yang sering saya dengar, ntah saya yang tidak punya pengetahuan. saya lihat nama lengkap, tidak lagi saya jumpai yang akhir namanya LC, MA dan sebagainya pertanda itu lulusan Timur Tengah. saya tidak tau, ada apa dengan negeri ini. ketika selesai sholat, saya keluar dan menghapiri salah seorang jama'ah, "pak, kenapa kita sholat tidak seperti dulu lagi, yang mayoritas memakai jubah putih", lantas jama'ah itu menjawab "kamu siapa dek". "saya mahasiswa pak". dengan lugas jamaah itu menjelaskan, dia mengatakan bahwa kampung ini sudah tidak seperti dulu lagi, sekarang para pegawai Pemda sudah tidak wajib lagi sholat di masjid, sudah tidak ada lagi memakai jubah putih, dan hampir seluruh pegawai atau pengurus islamic ini  di ganti. 
saya tidak tau, apa yang terjadi di negeri ini, seakan kehilangan tongkat, seperti tidak tau arah yang mau di tuju. saya rindu akan suasana itu, tapi tidak tau apa penyebab negeri ini berubah, padahal saya masih ingat betul ketika Mesjid ini di Groundbreaking, sekarang sudah memiliki pengakuan sebagai Mesjid Paripurna Terbaik Nasional, kenapa yang baru sekarang seakan-akan dia yang berprestasi, kenapa yang baru sekarang seakan-akan punya visi. akankah ini dibangun dengan titisan keringat dan air mata.
Gambar diambil : Kamis 2/6/2016
bagaimana negeri ini di bangun atas landasan pemikiran yang Cendikia, dengan dasar Agama, Pengetahuan, dan Peradaban. kenapa tidak visi itu dilanjutkan. hanya Allah SWT yang tau, mudah-mudahan negeri ini kembali seperti dulu, yang membangun dengan penuh dedikasi dan pemikiran yang akan menuju kejalan sang Ilahi Robbi, Amin.. -SG-

Kolam Inspiratif

“Teknologi informasi dan bisnis menjadi saling terjalin dengan erat. Saya tak berpikir siapa pun dapat berbicara salah satunya dengan penuh makna tanpa membicarakan satu yang lainnya”

Arsip

Flickr Images

About us

Populer

Biografi Tokoh

Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie
Prof. Dr.(H.C.) Dahlan Iskan

Materi Kuliah IT

Image Retrieval
Computer Security
Riset Teknologi
Interaksi Manusia dan Komputer
Rekayasa Perangkat Lunak
Sistem Informasi
Grafika Komputer