Tampilkan postingan dengan label Corporate. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Corporate. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Agustus 2026

Menjadi serikat pekerja tentu tidak mudah. Apalagi kalau harus memperjuangkan kepentingan pekerja sekaligus menjaga hubungan baik dengan manajemen. Sebuah pekerjaan yang membutuhkan kemampuan luar biasa: berbicara atas nama pekerja, tetapi jangan sampai membuat manajemen merasa sedang diajak bicara.

Idealnya, serikat pekerja memang menjadi jembatan antara pekerja dan perusahaan. Namanya juga jembatan, tentu harus berdiri di tengah. Tidak terlalu condong ke satu sisi, apalagi sampai lupa bahwa di ujung satunya ada pekerja yang sedang menunggu untuk diseberangkan.

Menariknya, dalam praktik hubungan industrial, terkadang ada serikat yang begitu cepat memahami sudut pandang manajemen. Bahkan sebelum pekerja selesai menyampaikan keluhan, jawabannya sudah tersedia: “Kita harus memahami kondisi perusahaan.”

Sungguh luar biasa.

Pekerja baru bertanya, serikat sudah menjelaskan alasan perusahaan. Pekerja baru mengeluh, serikat sudah menyampaikan pentingnya efisiensi. Pekerja baru meminta kejelasan, serikat sudah membantu menerjemahkan kebijakan manajemen menjadi sesuatu yang terdengar sangat masuk akal.

Kalau terus begini, mungkin suatu hari pekerja tidak perlu lagi bertemu manajemen.

Cukup bertemu serikat.

Tentu saja, memahami kondisi perusahaan adalah hal yang baik. Bagaimanapun, pekerja dan perusahaan berada dalam satu ekosistem. Perusahaan sehat, pekerja juga punya ruang untuk berkembang.

Namun, sesekali mungkin tidak ada salahnya serikat juga mencoba memahami kondisi pekerja.

Karena kalau setiap kebijakan perusahaan selalu dianggap benar, setiap keberatan dianggap kurang memahami situasi, dan setiap kritik dianggap mengganggu keharmonisan, kita mungkin perlu membuat definisi baru tentang istilah “independensi serikat pekerja.”

Bukan berarti serikat harus selalu berseberangan dengan manajemen. Tidak juga.

Serikat yang baik bukanlah serikat yang hobinya berkata “tidak”. Tetapi rasanya juga agak unik kalau jawabannya selalu “iya”.

Sebab, dalam hubungan industrial yang sehat, serikat pekerja bukanlah lawan perusahaan, tetapi juga bukan tim komunikasi perusahaan.

Serikat adalah mitra yang sesekali boleh berbeda pendapat.

Bahkan, kalau suatu hari serikat menyampaikan kritik kepada manajemen, semoga tidak dianggap sebagai bentuk ketidakloyalan. Barangkali itu justru tanda bahwa serikat masih menjalankan fungsi utamanya.

Lagipula, kalau serikat pekerja sudah terlalu pandai menjelaskan mengapa kebijakan manajemen itu baik, jangan-jangan yang perlu diperjuangkan berikutnya adalah jabatan baru: “Juru Bicara Manajemen dari Unsur Pekerja.”

Tentu saja ini hanya satire.

Selebihnya, biarlah anggota pekerja sendiri yang menilai: apakah suara yang mereka dengar masih suara mereka, atau sudah terlalu nyaman menggunakan mikrofon milik pihak lain.

Selasa, 19 Agustus 2025

Dalam setiap langkah menuju kemajuan, selalu ada tantangan. Namun, di balik setiap tantangan, ada peluang untuk tumbuh. Itulah yang kami rasakan sebagai bagian dari BRK Syariah, khususnya dalam pengembangan layanan QRIS.

Pada tanggal 10 Agustus 2025, saya melakukan transaksi di salah satu swalayan besar, TOP 100. Saat hendak membayar, saya menyampaikan kepada kasir bahwa saya ingin menggunakan QRIS dengan sumber dana dari BRK Syariah. Respons kasir cukup jujur: "BRK Syariah tak bisa pakai QRIS, sering bermasalah."Saya memahami keraguan itu. Mungkin sebelumnya memang pernah terjadi kendala. Tapi inilah saatnya untuk menunjukkan bahwa kami telah berbenah dan terus berkembang. Maka saya katakan: "Saya coba dulu ya menggunakan BRK Syariah. Kalau gagal, saya yang tanggung jawab."

Kasir akhirnya setuju, dengan catatan jika gagal, komplain ditujukan ke BRK Syariah, bukan ke swalayan. Saya setuju. Saya scan kode QR QRIS yang diterbitkan dari mesin EDC, konfirmasi tagihan, dan... transaksi berhasil. Tidak ada kendala. Lancar.

Setelahnya saya sampaikan kepada kasir, "Jika ke depannya ada kendala, bisa disampaikan ke saya. Saya bagian dari tim pengembangan QRIS BRK Syariah. Terima kasih sudah memberikan kesempatan kepada BRK Syariah."

  • Setiap inovasi butuh waktu dan kesempatan. Tidak semua layanan langsung sempurna. Tapi dengan dukungan dan ruang untuk mencoba, kualitas akan terus meningkat.
  • Edukasi penting. Tidak semua kendala berasal dari sistem. Bisa jadi dari pemahaman, persepsi, atau kebiasaan lama. Di sinilah komunikasi berperan penting.
  • Kolaborasi adalah kunci. Antara penyedia layanan, merchant, dan konsumen. Ketika semua pihak membuka diri, solusi lebih mudah ditemukan.

Kami di BRK Syariah tidak sekadar ingin menjadi pilihan, tapi menjadi bagian dari ekosistem keuangan digital yang inklusif dan handal. QRIS hanyalah satu pintu dari banyak inovasi yang sedang kami bangun. Namun untuk itu, kami butuh dukungan, masukan, dan kesempatan dari Anda.

Karena setiap institusi lokal yang diberi kesempatan, bisa tumbuh menjadi kebanggaan nasional.

Beri kami kesempatan untuk tumbuh dan berkembang

Minggu, 21 Agustus 2022

Memulai tulisan ini, saya ingin mengucapkan syukur Alhamdulillah atas keridhaan Allah SWT yang telah memberikan nikmat yang luar biasa. Karena seluruh insan BRK Syariah telah berkerja keras dan bekerja cerdas mewujudkan impian sehingga terhitung hari ini Senin, tanggal 22 Agustus 2022 PT. Bank Riau Kepri telah dikonversi menjadi PT. Bank Riau Kepri Syariah (perseroda) dengan call sign BRK Syariah. 


Syukur Alhamdulillah atas tonggak sejarah ini, ini berkat kerja keras dan kerja cerdas seluruh anak negeri yang terlibat, sehingga terhitung hari ini menjadi sejarah baru di bumi lancang kuning berdiri sebuah institusi keuangan berbasis syariah. 

Bukan hanya sebuah institusi keuangan berbasis syariah, melainkan secara aset institusi ini no 3 terbesar di Indonesia, jadi bukan hanya sekedar ketika orang lain jadi syariah jadi ikut ikutan syariah tidak. Tetapi sebuah institusi keuangan berbasis syariah yang menjadi pemain besar dalam bisnis nya. Alhamdulillah.

Hari ini tonggak sejarah itu telah ditancapkan, haluan kapal besar institusi telah berubah arahnya, misi menjadi syariah telah didapatkan. Tugas kita semua hari ini adalah mengawasi dan mengawal, agar anak baru lahir ini bisa tumbuh dan berkembang agar kita semua mendapatkan keberkahan nya.

Sabtu, 16 Juli 2022

Mengawali tulisan ini saya ingin mengucapkan banyak syukur, Alhamdulillah. Begitu mendengar izin itu telah terbit, dan melihat langsung salinan putusan nya. Rasa bangga, bahagia, senang tentunya, karena perjuangan melawan berbagai rintangan sedikit sedikit membuah hasil. Paling tidak satu langkah telah dicapai. 

Ketika melihat dan pernah merasakan langsung perjuangan dan bagian dari tim, mulai dari kalangan leader, sampai yang paling bawah harus satu persepsi untuk meyakinkan semua pihak mulai pemilik sampai penerima layanan untuk bisa merubah haluan, dari konvensional ke syariah. Kelihatannya mudah, tapi perjalanan itu panjang banyak rintangan dan cobaan. 

Banyak orang berkoar-koar diluar sana berteriak riba dan macam-macam, tapi actionplan nya apa? Meyakinkan orang yang bukan Islam untuk bisa mengikuti syariat Islam itu tidak mudah, karena tidak semua penerima layanan itu paham dengan syariah, Alhamdulillah berhasil. 

Itulah kenapa masih tetap bertahan disini, karena saya ingin mengambil andil sedikit bagian dari proses perubahan konvensional ke syariah itu sendiri.

Apa yang dimimpikan, pikirkan, ucapkan, lakukan harus konsisten. Ketika mimpi kita pikirkan, mimpi berubah bentuk jadi rencana. Ketika rencana kita ucapkan, rencana jadi berubah bentuk lagi jadi komitmen, ketika komitmen kita lakukan, komitmen jadi berubah bentuk lagi jadi kenyataan. Satu langkah jadi kenyataan.

Kamis, 21 Oktober 2021

 Jika kita melihat fenomena bisnis akhir akhir ini sangat diramaikan dengan aksi caplok mencaplok perusahaan, terutama perusahaan yang bergerak di bidang teknologi. Misalnya perusahaan yang bergerak di financial technology (fintec), belakangan banyak sekali terjadi proses akuisisi bank-bank yang berada di buku 1 atau paling tinggi buku 2.


Dengan alasan yang paling sering kita dengar adalah dengan merubah bank tersebut ke bank digital. Sebenarnya apa yang terjadi dibalik ini semua, salah satunya perusahaan sudah mulai bergerak atau berpindah ke digital. Dengan kata lain mentransformasikan perusahaan ke digital, dengan alasan agar mengikuti model bisnis baru dan juga untuk mendapatkan peluang baru. Lalu apa transformasi digital?

Digital Transformation

Transformasi digital adalah bagian dari proses teknologi yang lebih besar. Transformasi digital merupakan perubahan yang berhubungan dengan penerapan teknologi digital dalam semua aspek kehidupan masyarakat. Transformasi digital adalah tahap ketiga dalam alur teknologi digital sebagaimana tampak pada alur berikut: kompetensi digital → penggunaan digital → transformasi digital. Transformasi digital mencakup penggunaan dan kemampuan transformatif dalam hal menginformasikan kesadaran digital. Tahap transformasi adalah tahap penggunaan proses digital yang memungkinkan inovasi dan kreativitas dalam suatu produk digital tertentu, bukan hanya meningkatkan saja, tetapi juga mendukung metode tradisional. Dalam arti sempit, transformasi digital dapat menghasilkan konsep paperless dan mempengaruhi efektifitas usaha perorangan dan dapat berguna pada seluruh segmen masyarakat.

Senin, 23 Agustus 2021

Satu QRIS untuk Seluruh Pembayaran

Quick Response Code Indonesian Standard atau biasa disingkat QRIS adalah standarisasi pembayaran menggunakan metode QR Code yang dikembangkan oleh Bank Riau Kepri bersama dengan ASPI dan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code yang kalian lakukan dapat lebih mudah, cepat, dan terjaga keamanannya.

Manfaat QRIS

Standarisasi QR Code dengan QRIS memberikan banyak manfaat, antara lain:

  • Bagi pengguna aplikasi pembayaran: just scan and pay!
  • Cepat dan kekinian.
  • Tidak perlu repot lagi membawa uang tunai.
  • Tidak perlu pusing memikirkan QR siapa yang terpasang.
  • Terlindungi karena semua PJSP penyelenggara QRIS sudah pasti memiliki izin dan diawasi oleh Bank Indonesia.

Bagi Merchant:

  • Penjualan berpotensi meningkat karena dapat menerima p​embayaran berbasis QR apapun.
  • Meningkatkan branding.
  • Kekinian.
  • Lebih praktis karena cukup menggunakan satu QRIS.
  • Mengurangi biaya pengelolaan kas.
  • Terhindar dari uang palsu.
  • Tidak perlu menyediakan uang kembalian.
  • Transaksi tercatat otomatis dan bisa dilihat setiap saat.
  • Terpisahnya uang untuk usaha dan personal.
  • Memudahkan rekonsiliasi dan berpotensi mencegah tindak kecurangan dari pembukuan transaksi tunai.
  • Membangun informasi credit profile untuk memudahkan memperoleh kredit kedepan.​

Quick Response Code Indonesian Standard atau biasa disingkat QRIS (dibaca KRIS) adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code. QRIS dikembangkan oleh industri sistem pembayaran dalam hal ini diterbitkan oleh Bank Riau Kepri bersama dengan Bank Indonesia agar proses transaksi dengan QR Code dapat lebih mudah, cepat, dan terjag​a keamanannya.

Semua Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran yang akan menggunakan QR Code Pembayaran wajib menerapkan QRISSaat ini, dengan QRIS, seluruh aplikasi pembayaran dari Penyelenggara manapun baik bank dan nonbank yang digunakan masyarakat, dapat digunakan di seluruh toko, pedagang, warung, parkir, tiket wisata, donasi (merchant) berlogo QRIS, meskipun penyedia QRIS di merchant berbeda dengan penyedia aplikasi yang digunakan masyarakat.

Merchant hanya perlu membuka rekening atau akun pada Bank Riau Kepri sebagai salah satu penyelenggara QRIS yang sudah berizin dari BI​. Selanjutnya, merchant sudah dapat menerima pembayaran dari masyarakat menggunakan QR dari aplikasi manapun penyelenggaranya. Jadi, ayo pakai QRIS!​​​​

Sumber Dana Transaksi QRIS

Transaksi QRIS menggunakan sumber dana berupa simpanan dan/atau instrumen pembayaran berupa kartu debet, kartu kredit, dan/atau uang elektronik yang menggunakan media penyimpanan server based. Penggunaan sumber dana dan/atau instrumen pembayaran diterapkan berdasarkan usulan dari Lembaga Standar yang disetujui Bank Indonesia.

Kamis, 29 Juli 2021

Masih dalam suasana menjalani hidup dengan lingkungan yang pandemi, baik di lingkungan sekitar kita, lingkungan kantor kita, maupun dalam lingkungan negara kita. Dalam suasana ini, banyak sekali dilema yang harus dijalani, baik maupun buruk sama sekali.


Barangkali kita bisa melihat kondisi di lingkungan sekitar kita, begitu banyak cobaan bahkan tidak kurang mereka harus mengorbankan nyawa demi mempertahankan kehidupan. Namun, dalam kondisi seperti ini kita harus sadar.

Sadar akan Bersyukur

Kenapa kita harus sadar akan bersyukur, dimana disaat orang lain telah banyak yang menyerah dengan keadaan kita masih bisa bertahan. Masih bisa bertahan untuk makan, masih bisa bertahan untuk mencari mencukupi kebutuhan kehidupan. Masih bisa menjalankan ibadah meski harus dirumah. Masih bisa sekolah mesti dilakukan dengan virtual, masih bisa bekerja walaupun sebagian dari rumah (work from home). Tidak ada alasan untuk tidak bersyukur.

Sadar lagi berjuang

Selain harus bersyukur, disisi lain selain menjadi agen atas syukur karena nikmat yang tuhan berikan. Kita harus berjuang, setelah sekian lama kita menikmati keindahan, kebahagiaan, dan kenyamanan kehidupan yang Allah SWT berikan kepada kita baru beberapa waktu diberikan ujian dengan pandemi, lantas kita harus menyerah? Sekali lagi kita harus sadar bahwa kita lagi berjuang. Berjuang mempertahankan kehidupan, berjuang untuk mendapatkan keinginan yang dicita-citakan. Bahkan berjuang untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT agar kita selalu mengagungkan kebesaran Allah.

Sadar akan ujian

Dengan asyik nya berjuang, tentu banyak rintangan, halangan, dan tantangan yang harus dijalani. Rintangan harus mengikuti protokol kesehatan, halangan yang harus dilalui meski harus melawan arus, dan tantangan bahwa kita harus sadar bahwa kita hidup di kehidupan baru. Melainkan kita harus sadar, bahwa ini adalah ujian. Lalu harus kah kita menyerah? Bukankah disetiap mendaki itu didepannya ada lembah? Bukankah disetiap akan melihat lembah, kita akan melihat dari ketinggian bahwasanya kita berada di puncak? Dari puncaklah kita melihat bahwa perjalanan di perjuangkan itu akan terasa manis, bahwa kita pernah berjuang.

Sabtu, 08 Mei 2021

Seperti biasa setiap ucapannya hampir bisa dipastikan banyak yang membela. Termasuk isu yang disoroti baru-baru ini, tentang bipang. Sebagaimana lazimnya rezim ini selalu mencuci tangan, bukan hanya itu sekalian ngelap agar tangan nya terlihat bersih tanpa noda. 


Awal dari pidato nya, jelas terlihat tanpa ada unsur paksaan dan dilakukan secara sadar. Lalu beliau memperkenalkan makanan khas Nusantara, macam macam. Yang menggelitik itu bukan makanan nya, tapi momen yang digunakan itu tidak pantas dan layak di ucapkan oleh seorang pimpinan tertinggi di sebuah organisasi. Lalu salahnya dimana?

Tidak paham konteks

Terlihat jelas, konteks dalam pidato atau percakapan itu dilakukan dengan tujuan mengkampanyekan kepada masyarakat untuk tidak mudik, agar tidak terjadi keramaian atau kontak langsung supaya tidak terjadi penyebaran covid-19. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian makanan yang bisa dicicipi disaat lebaran tiba. Lebaran idul Fitri itu dirayakan oleh umat muslim, kenapa bipang yang dikenalkan. Apa hubungan konteks antara hari raya idul Fitri dengan bipang?

Tidak memahami ucapan

Selain tidak memahami konteks, dalam pidato tersebut juga terlihat jelas bahwa apa yang beliau ucapkan beliau tidak paham dengan ucapan nya. Saya yakin dan percaya kalau beliau paham dan mengerti tidak mungkin kata-kata itu keluar, lalu salahnya dimana, salah nya karena tidak paham apa yang diucapkan. Akibat kurangnya pengetahuan dan wawasan, juga tidak selektif menggunakan kata kata.

Dapur anda bermasalah

Selain tidak paham konteks, tidak memahami ucapan juga dapurnya bermasalah. Tidak mungkin bahan atau materi pidato seorang pemimpin tanpa dilakukan riset dan kajian sebelum disampaikan ke publik. Dimana etika seorang pembuat naskah nya, apa mereka tidak bekerja, atau apa mereka juga tidak paham. Mustinya dipertanyakan nilai-nilai intelektual yang ada di dapur itu.

Sudahlah salah, ngotot

Selain sudah mencederai nilai-nilai intelektual, mereka juga tidak mengakui kesalahannya. Bahkan sibuk mengklarifikasi itu bukan kesalahan, itu maksudnya ini, tujuan begini. Sudahlah salah, ngotot pula seperti kebodohan yang terstruktur. 

Atau jangan-jangan mereka yang membuat, yang menyampaikan pidato itu, dan yang membela nya wajib kita pertanyakan mereka lulus Tes Wawasan Kebangsaan tidak?

Kamis, 15 April 2021

 Akhir akhir ini banyak pemberitaan tentang indikasi terjadinya fraud, baik di pemerintahan maupun di perusahaan. Dalam hal ini, barangkali saya sedikit ingin mengulas tentang fraud. Sebenarnya apasih fraud itu? 


Fraud (kecurangan) itu sendiri secara umum merupakan suatu perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh orang-orang dari dalam dan atau luar organisasi, dengan maksud untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan atau kelompoknya yang secara langsung merugikan pihak lain. 

Oleh karenanya, fraud ini sangat berbahaya karena bisa mengakibatkan kehilangan integritas dari sebuah perusahaan, apalagi perusahaan keuangan. 

Masalah fraud

Sebetulnya apa sebetulnya masalah fraud ini, paling tidak ada 3. Pertama adanya peluang untuk melakukan fraud itu sendiri. Kedua kurangnya pengawasan dari internal organisasi. Ketiga ada niat dari pelaku fraud itu sendiri. Misalnya dari beberapa kasus yang banyak terjadi, itu karena adanya niat dari pelaku ditambah lagi kurang nya pengawasan. Lalu apa solusinya?

Sebetulnya banyak solusi, misalnya pola rekrutmen yang ditingkatkan, pola pendidikan di organisasi yang selalu di update, dan lain sebagainya. Namun, di era industri 4.0 sekarang ini, harusnya mitigasi itu sudah menggunakan teknologi. Misalnya menggunakan teknologi Artificial Intelegent untuk mendeteksi dini fraud. 

AI saat ini memang banyak digunakan untuk mendeteksi fraud, terutama di dunia perbankan. Dengan teknologi ini diharapkan AI bisa mendeteksi secara dini tindakan fraud, sehingga trust perusahaan semakin bisa dipercaya oleh customer.

Selasa, 13 Oktober 2020

Dikutip dari Wikipedia, Perbankan syariah atau perbankan Islam (Arab: المصرفية الإسلامية, al-Mashrafiyah al-Islamiyah) adalah suatu sistem perbankan yang pelaksanaannya berdasarkan hukum Islam (syariah). Pembentukan sistem ini berdasarkan adanya larangan dalam agama Islam untuk meminjamkan atau memungut pinjaman dengan mengenakan bunga pinjaman (riba), serta larangan untuk berinvestasi pada usaha-usaha yang bersifat (haram). Sistem perbankan konvensional tidak dapat menjamin absennya hal-hal tersebut dalam investasinya, misalnya dalam usaha yang berkaitan dengan produksi makanan atau minuman haram, usaha media atau hiburan yang tidak Islami, dan lain-lain.

Dalam hal ini BPD Bank Riau Kepri atau lebih dikenal dengan Bank Riau Kepri ingin mengubah pola bisnis Bank Riau Kepri dari Bisnis Konvensional ke Bank Syariah. Dengan tujuan dan maksud tidak hanya hijrah Bersama-sama, melainkan mencari keberkahan Bersama-sama seluruh insan bank riau kepri dan masyarakat riau dan kepulauan riau khususnya serta seluruh nasabah umumnya.

Lalau kenapa digesa Menuju Syariah ?


Menggesa Menuju Syariah bermaksud untuk menyemangati girah Hijrah, menyatukan Visi, serta menyamakan persepsi seluruh pihak terutama masyarakat riau dan kepri bahwa Bank kebanggaan kita akan bertransformasi, dari konvensional ke Syariah. Dengan demikian semangat dan itikad Bersama, Datuk-datuk, datin-datin, encik, puan, tuan-tuan serta seluruh masyarakat mari kita ingat-mengingatkan, semangat-menyemangati, himbau-menghimbau agar kita terlibat dalam moment yang bersejarah ini, momen hijrah Bersama-sama menuju Bank Syariah Riau Kepri.


Minggu, 05 Juli 2020

Open banking adalah sistem yang menyediakan data jaringan lembaga keuangan dan perbankan kepada pengguna melalui penggunaan antarmuka pemrograman aplikasi (API).
Standar Perbankan Terbuka mendefinisikan bagaimana data keuangan harus dibuat, dibagikan, dan diakses. Oleh karena itu antar bank satu dengan bank lainnya tidak ada keterbatasan bagi customer. Dengan demikian akan mempermudah customer untuk transaksi dan memanage keuangan.
Lantas apa tantangan bagi BPD di Indonesia? Jelas, yang menjadi tantangan adalah infrastruktur SI/TI bagi perusahaan. Di banyak bank, belum maksimal nya tata kelola SI/TI yang sesuai standar, baik itu standar jaringan, standar data, standar keamanan, maupun standar tata kelola SI/TI itu sendiri. Selain infrastruktur, orang-orang yang terlibat di perusahaan tersebut harus memiliki kompetensi di bidangnya.
Lalu apa peluang bagi BPD?
Banyak sekali peluang jika open banking ini diterapkan, pertama efisiensi operasional bagi perbankan. Karena tidak ada lagi batas antara BPD satu dengan BPD yang lain bahkan bank nasional maupun internasional. Kedua, membuka peluang baru bagi marketplace untuk transaksi terbuka dengan API di bank. ketiga mempermudah akses bagi Umkm di indonesia tanpa harus datang dan transaksi di kantor maupun cabang bank tersebut. Cukup dari rumah bisa memanage sistem keuangan sendiri dari berbagai bank. Dari sisi pembiayaan juga membuka kesempatan kepada para debitur untuk akses pembiayaan dengan mudah tanpa harus pengajuan secara langsung ke bank yang satu maupun bank yang lainnya.

Rabu, 01 April 2020

Tepat pada 1 april 2020 hari ini bank riau kepri merayakan hari ulang tahun yang ke 54 tahun.
Tidak terasa sudah 54 tahun bank riau kepri melayani masyarakat khususnya riau dan kepulauan riau, Indonesia umumnya. Tentu di umur yang bukan lagi muda, bank riau kepri telah banyak mencapai kemajuan dan kesuksesan. Terkhusus pada tahun ini, jika tidak ada aral melintang. Bank riau kepri akan menggeser prinsip bisnis nya dari konvensional ke syariah. Tentu ini tantangan besar bagi perusahaan plat merah ini. Tetapi yang menjadi perhatian saya yang paling utama adalah bagaimana bank riau kepri memegang prinsip utama atau core values dari perusahaan itu sendiri.
Teguh
Bank riau kepri harus tetap teguh menghadapi tantangan global yang semakin hari semakin kompleks. Memiliki prinsip yang kuat dan insani yang teguh terhadap pelayanan dan prinsip syariah
Utuh
Kita juga berharap sampai kapan pun bank riau kepri utuh sebagai pribadi yang otentik dalam menjalani bisnis. Momen syariah ini adalah momen yang pas untuk menjaga keutuhan itu. Baik utuh dalam bisnis nya, maupun dalam prinsip syariah nya.
Tumbuh
Selain teguh dan utuh, bank riau kepri natinya seteh dikonversi menjadi syariah diharapkan tumbuh. Karena dengan momen ini adalah momen yang pas untuk mengejar pertumbuhan itu. Mudah mudahan dengan momen ulang tahun dan konversi ke syariah adalah momen yang pas untuk meningkatkan pertumbuhan bisnisnya. Sekali lagi tahniah untuk bank riau kepri. Spirit baru, semangat hijrah.

Selasa, 14 Mei 2019


Memimpin sebuah perusahaan memang dibutuhkan leadership yang baik dan berjuta pengalaman. Tidak hanya sampai disitu, seorang leader harus memiliki kecakapan dan kemampuan mengendalikan anggaran biaya operasional sebuah perusahaan, jika tidak ini bisa jadi salah satu yang membuat perusahaan tidak untung. Dengan kata lain harus bisa efisiensi. 
Sebuah perusahaan sering dihadapkan dengan operasional yang besar, diantaranya adalah biaya untuk pelatihan tenaga kerja, jika tidak tenaga kerja tidak produktif, alias kurang cakap dalam bekerja. Disatu sisi perusahaan mengharuskan melaksanakan pelatihan dan pembelajaran untuk seluruh karyawan, disisi lain harus efisiensi anggaran. 
Jika dihitung biaya operasional setiap perusahaan untuk membiayai pelatihan itu sangat besar, sebagai contoh perusahaan harus membiayai SPPD setiap peserta pelatihan, penginapan, transportasi peserta, dan konsumsi peserta pelatihan. Jika suatu perusahaan memiliki 2000 karyawan, berapa biaya yang harus dikeluarkan sebuah perusahaan.? Sementara disisi lain harus menghemat biaya operasional, termasuk memangkas biaya pelatihan.
Apakah harus dengan membuat kebijakan untuk tidak melaksanakan pelatihan bagi karyawan, tentu tidak. Karena mengakibatkan karyawan tidak produktif. Lantas bagaimana.?
Berikut bisa menjadi alternatif dari permasalahan tersebut :
1. Membuat e-learning
Dengan membuat e-learning, perusahaan bisa mengalihkan pelatihan secara manual ke sistem pelatihan yang disebut dengan pelatihan online. E-learning yang dimaksud adalah e-learning yang memiliki beberapa fitur keunggulan, diantaranya : fitur belajar online yang setiap karyawan memiliki account username untuk log in dan account narasumber sebagai pemberi pelatihan. Selanjutnya fitur ujian online, yang setiap karyawan bisa ujian secara online, kapan pun, dan dimana pun. Hasil nya ini bisa di integrasi kan dengan KPI untuk penilaian kinerjanya dari setiap karyawan. Contoh sederhana e-learning yang pernah saya buat adalah e-learning.smanung.sch.id yang dimiliki sebuah sekolah. Ini adalah contoh sederhana nya saja, bisa dikembangkan lagi.
2. Google Classroom
Selain alternatif diatas, Google Classroom bisa menjadi pilihan, selain mudah juga gratis tentunya. Aplikasi besutan Google ini gratis untuk digunakan, fungsi nya sama untuk belajar online tentunya. Untuk cara penggunaan bisa berselancar di google, banyak tutorial nya.
Saya kira itu bisa jadi alternatif, meskipun masih banyak cara yang lain, dan aplikasi yang lain yang bisa digunakan, ada yang berbayar dan banyak juga yang gratis tentunya. Dengan demikian bisa menjadi alternatif penghematan untuk biaya operasional perusahaan.

Selasa, 07 Mei 2019

Perbankan Syariah
Perbankan syariah atau perbankan Islam
(Arab: المصرفية الإسلامية, al-Mashrafiyah al-Islamiyah) adalah suatu sistem perbankan yang pelaksanaannya berdasarkan hukum Islam (syariah). Pembentukan sistem ini berdasarkan adanya larangan dalam agama Islam untuk meminjamkan atau memungut pinjaman dengan mengenakan bunga pinjaman (riba), serta larangan untuk berinvestasi pada usaha-usaha yang bersifat (haram). Sistem perbankan konvensional tidak dapat menjamin absennya hal-hal tersebut dalam investasinya, misalnya dalam usaha yang berkaitan dengan produksi makanan atau minuman haram, usaha media atau hiburan yang tidak Islami, dan lain-lain.
Meskipun prinsip-prinsip tersebut mungkin telah diterapkan dalam sejarah perekonomian Islam, namun baru pada akhir abad ke-20 mulai berdiri bank-bank Islam yang menerapkannya bagi lembaga-lembaga komersial swasta atau semi-swasta dalam komunitas muslim di dunia.
Bank Umum Syariah Riau Kepri
Bank umum syariah riau kepri adalah sebuah bank milik BUMND Pemerintah Daerah Provinsi Riau dan Kepulauan Riau serta pemegang saham lainnya. Sebelum nya bank riau kepri konvensional dan juga bank riau kepri syariah, namun berdasarkan RUPS tahun 2019 pemegang saham mayoritas menyepakati untuk mengkonversi bank umum konvensional ke bank umum syariah riau kepri. Secara garis besar mengkonversi artinya merubah semua sistem yang konvensional ke sistem syariah. Selain sistem juga produk yang dihasilkan juga berupa produk syariah. Aturan juga aturan syariat islam, semoga apa yang direncanakan sesuai dengan apa yang di inginkan.

Rabu, 24 April 2019


Senin 22 april 2019 salah satu perusahaan plat merah di bumd pemerintah daerah provinsi riau yakni bank riau kepri melaksanakan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham). 
RUPS ini umum dilakukan dan dilaksanakan di perusahaan, namun kali ini bank riau kepri membuat sejarah baru, peradaban baru berdasarkan hasil keputusan nya, salah satunya adalah mengkonversi bank umum konvensional ke bank umum syariah riau kepri (sumber : https://riaukepri.com/2019/04/23/sah-bank-riau-kepri-menjadi-bank-syariah/). 
Sungguh keputusan yang luar biasa, karena dengan keputusan ini merubah semuanya. Mulai dari budaya, produk, dan sistem. Dengan demikian juga maka akan merubah pola ekonomi dari konvensional ke ekonomi syariah. Di satu sisi kita merubah budaya, diisi lain kita merubah sistem sekaligus kita membangun peradaban baru. Dalam hal ini menurut pandangan saya ini adalah kesempatan juga untuk menambah selain merubah budaya, membangun peradaban, juga membuat arah baru. Ada 3 catatan penting untuk membangun sekaligus membuat arah baru, yakni :
1. Kesempatan membangun data center.
Dalam hal ini, sudah saatnya kita membangun data center sendiri, agar kita bisa memiliki pusat data yang mumpuni. Tujuannya kita bisa membuat riset, mengolah data, dan menganalisis data yang kita miliki untuk kepentingan bisnis. Dengan demikian peradaban yang kita bangun memiliki arah yang jelas dalam menghadapi revolusi industri 4.0.
2. Membangun SI/TI yang terintegrasi.
Membangun sistem informasi dan teknologi informasi yang terintegrasi itu sangat penting untuk diperhatikan dalam sebuah organisasi. Kita membangun SI/TI terintegrasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, kualitas bisnis, dan sebagainya. Kita merubah pola bisnis dari sebelumnya semi digital ke pola bisnis yang yang terintegrasi. Dengan demikian kualitas pelayanan bisa ditingkatkan dan juga meningkatkan efisiensi dalam biaya, juga meningkat fee base income dari sebuah organisasi. Dalam hal ini bisa membuat kajian tentang Blueprint SI/TI untuk membuat SI/TI terintegrasi.
3. Divisi R&D
Terakhir adalah sebuah divisi khusus yang membawahi untuk kegiatan riset dan pengembangan. Divisi ini dibuat dengan tujuan untuk membantu pembuatan kebijakan, penyusunan standar pelayanan, kepuasan nasabah. Juga membuat kajian strategis untuk kepentingan bisnis. Kita harus merubah pola dari organisasi ke masyarakat, ke pola yang berkolaborasi antara organisasi dan masyarakat. Dengan demikian tercipta nya pola bisnis baru yang berkolaborasi. Dimana masyarakat memiliki peran kolaborator dengan organisasi, masyarakat bagian dari bisnis organisasi. Sehingga bisa menciptakan kepuasan pelayanan. Dengan demikian kita membuat arah baru untuk sebuah pola organisasi syariah yang akan menjadikan acuan bagi industri keuangan syariah dunia.

Rabu, 02 Januari 2019

Dalam tulisan awal tahun ini saya ingin menggambarkan sebuah budaya kerja atau Corporate culture dalam menghadaping revolusi industri 4.0.
Corporate culture atau budaya kerja adalah sebuah nilai-nilai yang tumbuh dan berkembang dalam suatu organisasi, menjadi dasar cara berpikir, berperilaku dan bertindak dari seluruh insan organisasi, dan diturunkan dari satu generasi ke generasi. Budaya kerja dapat di daya gunakan sebagai daya dorong yang efektif dalam mencapai tujuan sesuai dengan visi dan misi organisasi. dalam pandangan saya, sebuah perusahaan harus siap dalam menghadapi tantangan dan revolusi industri 4.0 itu sendiri. ada beberapa tahapan dalam membangun Corporate culture itu sendiri :

  • Corporate - Resident

Korporat atau korporasi (bahasa Inggris: Corporate) adalah sekelompok orang yang bersatu mendirikan sebuah entitas berbadan hukum. Kata corporate berasal dari bahasa latin yaitu corporationem yang artinya “mendirikan badan”.Secara legal, korporat ini sama halnya dengan perusahaan biasa hanya saja kata korporat sudah terbiasa digunakan untuk menggambarkan perusahaan yang sudah well established.
Sementara Resident bisa kita gambarkan adalah orang-orang yang berada di dalam perusahan itu sendiri. dalam hal ini hubungan antara perusahaan dan resident hanya bersifat tempat dimana orang bekerja, dan pegawai yang ada dalam perusahaan itu untuk bekerja. budaya ini sudah ditinggalkan bagi perusahaan yang mulai bergerak untuk maju. 
Pegawai dari perusahaan yang seperti ini sulit untuk maju, karena memberikan budaya perusahaan yang tidak memberikan kesempatan pengembangan diri bagi seluruh pegawainya. 

  • Service Provider - Customer

Hubungan perusahaan dan orang yang bekerja di perusahaan yang satu ini adalah yang lazim dan banyak kita jumpai pada saat sekarang ini, kalau saya boleh menggambarkan yang satu ini. saya menggambarkan hubungan perusahaan dengan pegawainya seperti Service Provider dengan Customer. Perusahaan lah yang bergerak sebagai penyedia layanan. sementara pegawainya menikmati dari layanan tersebut. corporate culture seperti ini lazim sekali kita jumpai. sama halnya dengan Corporate Culture dari Corporate-Resident, tetapi pada tahap ini perusahaan menganggap pegawainya adalah seperti customer, semua fasilitas diberikan, dengan kata lain dimanja, akibatnya tanpa memberikan kinerja yang bagus.
  • Fasilitator - Partisipan
Corporate Culture yang satu ini jarang kita jumpai, tapi sudah mulai diterapkan di beberapa perusahaan yang maju. baik di dalam negeri maupun di luar negeri. dengan pola yang satu ini, perusahaan telah memberikan kesempatan pada pegawainya untuk berpartisipasi, sehingga memberikan nilai tambah abgi kinerja korporasi. melainkan pada tahap ini adalah sebuah pola perusahaan yang maju. belum masuk pada tahap perusahaan yang bisa menjawab tantangan di masa datang, arti kata perusahaan yang seperti ini belum menerapkan sebuah teknologi yang dalam istilah sekarang teknologi dalam basis 4.0. baru sebatas kinerja.
  • Kolaborator - Creator
Corporate Culture yang ini berbeda dengan yang sebelumnya, selain memberikan kesempatan dan partisipasi dari seluruh pegawai, Corporate Culture yang ini juga membuat kinerja perusahaan lebih kolaborasi antar pegawai yang bekerja, dan juga bertindak sebagai creator atau membuat gagasan baru, inovasi baru. dengan demikian terciptalah Corporate Culture yang kolaboratif, sehingga bisa menghasilkan dan menerapkan teknologi-teknologi yang mumpuni. dalam hal ini misalkan di sebuah bank, bisa diterapkan Big Data, AI, dan Mechine Learning. karena dengan demikian, terciptalah sebuah Corporate Culture yang bisa menjawab tantangan masa depan. dengan diterapkannya Big Data misalkan, perusahaan bisa memprediksi dan memproyeksikan keadaan di masa mendatang dengan lebih mudah dengan basis data yang ada dan kolaboratif dari pegawai yang bekerja. 

Kolam Inspiratif

“Teknologi informasi dan bisnis menjadi saling terjalin dengan erat. Saya tak berpikir siapa pun dapat berbicara salah satunya dengan penuh makna tanpa membicarakan satu yang lainnya”

Arsip

Flickr Images

About us

Populer

Biografi Tokoh

Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie
Prof. Dr.(H.C.) Dahlan Iskan

Materi Kuliah IT

Image Retrieval
Computer Security
Riset Teknologi
Interaksi Manusia dan Komputer
Rekayasa Perangkat Lunak
Sistem Informasi
Grafika Komputer